Mendengar kata Politik oleh mayoritas kita selalu diidentikan dengan kepentigan dan bagi-bagi kuasa antar elit ataupun dengan konstributor (penyandang dana), kepentingan masyarakat hanya sebatas jargon atau tagline ataupun sebatas pemanis setelah kekuasaan direbut maka pemanis tadi dibuang dan diabaikan. Maka tak heran Politik sering dianggap kotor.
Lalu muncul pertanyaan, kalau kotor kenapa masih ada Jurusan Ilmu Politik di Kampus?
Berarti mahasiswanya belajar yang kotor-kotor donk. Ya... Mungkin ada benarnya.......
Benar karena beralasan, sebagaimana utarakan diawal yakni "KEPENTINGAN ELIT"
Saya sebagai warga biasa saat ini dan pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Sospol, meskipun spesifikasi keilmuan bukan politik, tapi sedikit paham, bahwa politik adalah Muara segala ilmu.
Muara segala ilmu, karena segala gagasan ataupun ide pasti muaranya kesana. kok Bisa? contoj aplikasi transportasi seperti gojek untuk memudahkan masyarakat dalam hal pelayanan jasa. Ide ini tentu bagus, tapi bisa gak langsung diterapkan. ada hal-hal yang harus dilewati. yaitu KEPUTUSAN POLITIK.
Tau sendirikan gimana dulu awal diluncurkan aplikasi Gojek di Indonesia, banyak menuai kritik dan hingga berujung pada konflik antar pengemudi online dan konvensial.
Berarti disini menerapkan suatu inovasi atau ide tdidalam negara ak segampang mengkil tombol smartphone, ada hal-hal yang menjadi pertimbangan. pertimbangannya adalah Aturan agar diterima oleh semua orang.
Aturan disini adalah domain Pemerintah,
pemerintah itu siapa???
Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, walikota, parlemen. mereka-mereka inilah yang bertugas mengatur. agar inovasi dan ide bisa dilaksanakan dan tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan (Baca: konflik).
Mereka adalah pejabat pemerintah sekaligus pejabat yang dihasilkan melalui pentas politik atau pesta demokrasi (Pilkada/Pemilu), keputsan yang diambil untuk mengatur adalah keuputusan politik.
Maka inilah yang saya sebut sebagai muara segala ilmu. tanpa keputusan mereka ide kita akan mengalami kemandekan ataupun tidak terlaksana.
Jadi belajarlah memahami politik, dan pilihlah orang-orang terbaik yang masuk kedalam politik, agar keputusan politik yang diambil oleh mereka bisa benar-benar pro pada keadilan sosial.




0 Comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.