"Siapa cepat dia dapat."
Entah ini ungkapan siapa. Tapi dari pengalaman saya berproses dengan dunia tulis menulis ini, baru saya sadar ternyata ungkapan itu ada hubungannya.
Saya sering tersendat ketika mengalirkan isi kepala dalam bentuk tulisan, kenapa? Karena saya memang belum terbiasa mengetik cepat, menekan tombol huruf masih lambat akhirnya isi kepala dan jemari tidak berkolerasi, kalau diibaratkan running teks, ide sudah berlari duluan, tangan masih mencari huruf. Hilanglah sudah ide-ide brilian dalam kepala.
Saya teringat dengan anjuran pak hernowo dalam bukunya yang berjudul free writing, ia mengatakan bahwa untuk penulis pemula itu harusnya memulai dengan latihan menggerakan jemari menekan tombol keyborad lalu menuliskan kata atau kalimat apa saja yang terlintas dipikiran saat itu, dengan tidak mengedit atau melihat kembali tulisan yang sudah ditulis.
Anjuran ini sebelumnya sudah saya praktekkan selama beberapa minggu, tapi saya belum memahami, apa maksudnya. Karena ketidakpahaman saya pada anjuran itu saya abaikan, saya coba menulis tanpa latihan, menulis seolah-olah seperti penulis profesional, eh benar saja memang tersendat, tulis-edit tulis edit, sampai tidak jadi menulis. Adapun jadi tulisan itupun, seadanya tidak berbentuk. dan tidak puas.
Maka dari pengalaman beberapa bulan ngeblog ini saya baru ngeh , Oh ernyata menulis itu proses berkejaran dengan ide. Tugas saya menangkap ide itu secepat mungkin dan ikat dilayar Laptop/HP menjadii kata dan kalimat.




0 Comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.