Membincang soal Pemuda tak pernah ada habisnya, karena ditangan mereka masa depan akan perbaikan da mejauan suatu bangsa diharapkan, nisa dilihat bagaimana selallaui diceritakan soal aksi-aksi heroik anak muda dimasa lampau, tentang perjuangan kemerdekaan hingga meruntuhkan rezim otoriter, dan juga berbgai macam invoasi yang mereka lakukan saat ini, sebut saja teknologi digital semisal yang kini meraih status Unicorn. Sungguh Luar biasa.
Tapi dari sekian banyak hal positif tersebut, ada juga sisi negatifnya, hampir setiap hari kita dmendengar atau membaca diberbgai macam media di indonesia, berita soal tawuran, narkoba, hingga tindak asusila. yang dilakukan oleh mereka (anak muda).
Tak perlu jauh-jauh dilingkungan kita sendiri selalu ada tindakan-tindakan seerti itu, kebetulan judulnya soal Kadatua, jadi saya tulisan saya kali ini soal anak muda Kadatua.
Di Kadatua pun sama ada anak muda yang melakukan hal positif dan ada juga anak muda yang kegitannya tidak produktif dan negatif, positif dalam artian mereka berkumpul untuk melakukan suatu hal semisal berolahraga, meskipun lapangan sangat terbatas, tapi mereka mensiasatinya, mencari lahan-lahan kosong yang tidak terpakai untuk dijadikan lapangan untuk menyalurkan hibinya yakni berolahraga. tapi ada juga yang enggan melalukan itu mereka beralih ke hal-hal negatif miras, main judi ataupun merencanakan sesuatu yang berujuang pada perkelahian sesama mereka yang berlainan desa,
Keterbatasan tesebut seharunya difasilitasi dan diwadahi, mereka tidak boleh diabaikan, padahal saat ini pemerintah banyak sekali mengelontarkan Dana untuk pemerintah Desa, dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat di Desa, dan kesmua dana tersenut tidak serta merta untuk pembangunan infratsruktur saja tapi juga bagaimana mebnagunan manusianya. termasuk dalam bidang olahraga.
Tahun 2019 ini pemerintah pusat melalui kementerian PDTT mengeluarkan 4 program prioritas pemanfaatn dana desa yang salah satunya adalah Raga Desa (Sarana Olahraga Desa), dengan tujuan, sebagai alteratif hiburan masyarakat melalui perandingan/antar desa/liga desa yang ujungnya bisa mendongkrak ekonomi masyarakat.
Iniah yang seharusnya yang perlu dilakukan oleh Kepala Desa di Kadatua, untuk bagaimana menyibukkan anak Muda Kadatua dengan membanguan Raga Desa. agar hal-hal negatif (miras/tawuran) bisa diminimalisir.





0 Comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.