Penekan untuk Berbuat Sesuatu, Benar atau Salah?


Pernah gak sih kalian menunda-nunda suatu pekerjaan atau tugas?
Dan kalian akan berbuat jika ada sesuatu yang menekan. Misal deadline, ancaman, ataupun hal yang menekan lainnya. Hal seperti itu disebut  procrastination.

Dan itu bukan hanya kalian Bung dan Nona, ada banyak orang yang punya masalah seperti ini, menurut penelitian yang dilakukan oleh Laura J. Salomon dan Esther D. Rothblum dari University of Vermont pada 1984.sebagimana dikutip tirto.id,  Sebanyak 342 mahasiswa diteliti untuk mengetahui frekuensi penundaan yang mereka biasa lakukan. Sebanyak 46 persen responden menyebut mereka selalu atau hampir selalu menunda pengerjaan tugas, 27,6 persen menunda belajar untuk ujian, dan 30,1 persen menunda tugas membaca mingguan.

Bagaimana dengan di negara +62 yang berflower ini? kita bisa kira-kira sendiri, mungkin lebih banyak, ndak usah buat penilitian deh, cukup tanya diri sendiri dan teman-teman sekolah, pasti mayoritas akan menjawab ya. Alasannyapun bermacam-macam, mulai dari:
tunggu dulu kan masih lama, dosennya juga slow kadang lupa, dan lain-lain.

Nanti sudah mendekati hari H dan dosennya meningatkan dengan, baru mulai kocar-kacir, panik dan bahkan frustasi dan stres, hingga materinya gak sempat dipelajari. saat persentse umpanya kita merasa kurang maksimal. dan ini terus berulang, tidak pernah diubah, dan menjadi kebiasaan hingga lulus kuliah.

Padahal menurut banyak ahli psikologi mengatakan bahwa orang yang lebih mementingkan masa depan memiliki perilaku menunda yang lebih sedikit. nah apalagi kalau orang sering menunda, berari secara tidak langsung mereka mengabaikan masa depannya.

Jadi sangat salah jika kita harus menunggu hal yang menekan dulu baru mau berbuat. kerjankanlah sekarang, meskipun itu sedikit, intinya perlahan tapi pasti bukan cepat tapi panik dan stres.

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.