Buton dan September 69


Sudah dini hari, tapi mata ini masih terus melek tak mau terpejam. Menyala seperti ingin berbuat sesuatu. Kebetulan tadi menoleh kalender yang terpampang pas depan kasur, langsung terlibnas ide menulis soal September.
***
Ya september....
Bagi warga Indonesia yang hidup diera 60an ataupun mereka yang melek sejarah pasti paham. Ada apa dengan Bulan september.

ADA SEJARAH KELAM!!!!

Ditahun 65 bulan september, bulan yang sungguh memilukan, bagaimana tidak, terjadi pembunuhan para 6 jendral dan 1 perwira ABRI yang kemudian dibalas dengan pembataian/genosida terhadap warga yang dituduh sebagai anggota PKI dibeberapa daerah.

Bukan saya tidak mau membahas pembataian yang terjadi di Madiun, Solo, Bali, di Rote atau didaerah-daerah lainnya .

Tapi saya ingin warga di kampung saya yang kebetulan membaca blog ini juga tidak boleh menolak ingat, tapi harus melawan lupa. Bahwa pembataian itu pernah juga terjadi di BUTON Sulawesi Tenggara.

Ha?? Di BUTON? Yaps betul di BUTON - Sulawesi Tenggara.

Terjadi pada tahun 1965, bermula dari kabar singgahnya kapal KRI DOMPU di selatan Buton tepatnya di Teluk Sampolawa dalam pelayaran dari Tanjung Priok menuju Maluku. kemudian beredar kabar HOAX bahwa kapal tersebut memuat senjata api buatan china untuk dipasok kepada para simpatisan/anggota PKI di Buton.

Kabar tersebut lalu kemudian diperiksa kebenarannya oleh Pemkab Buton yang kala itu dipimpin oleh Bupati Muh. Kasim yang berasal dari Sipil (Non Militer), bersama TIM yang terlibat diantaranya adalah unsur ABRI dan POLRI, dan ternyata benar bohong, bahwa kabar tersebut hoax alias tidak tebukti.
Isu pemasokan senjata ternyata lenyap sebentar, selang 4 tahun muncul lagi tepatnya ditahun 1969 dihembuskan oleh pihak militer, entah apa maksudnya tapi konon bahwa isu tersebut sengaja dihembuskan untuk merebut kepemipinan di Buton yang kala iti dipimpin oleh Sipil (Muh. Kasim) untuk kebutuhan pengamanan dan kontrol terhadap kepemimpinan sipil.

Alhasil berhasil direbut, Lalu kemudian ,muncul tigma BUTON BASIS PKI! Begitu kira-kira stempel yang diberikan kepada orang Buton kala itu. 

Banyak yang ditangkap  diseret, dimasukan kepenjara tanpa proses peradilan, dalam penjara mereka dihajar. Salah satu korbannya adalah Bupati Buton Muh. Kasim sendiri yang meninggal mengenaskan terlilit tali. Ada yang bilang ia bunuh diri dan ada yang bilang ia dibunuh oleh petugas.

Begitulah kelamnya September 69 dinegriku Buton.

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.