Semua meraya, semua merefleksi, meskipun agak beda karena pandemi, tapi upacara perayaannya baik di istana, dipuncak-puncak gunung, hingga dikampung-kampung atau di desa-desa semua berlangsung hikmat.
Di Desa Kapoa, Kecamatan Kadatua Kabupaten Buton Selatan pun demikian, tapi kali ini terbilang unik, upacara peringatan detik-detik proklamasi dilakukan di lautan, perahu-perahu nelayan dijejer dan sang saka dikibarkan. Seolah memberi sebuah pesan simbolik bahwa rakyat yang bermukim di pesisir dan pulau juga punya jiwa patriot, jiwa nasionalisme, dan cinta tanah air.
Meskipun pesannya simbolik akan patriotisme, tapi dibalik itu juga tersirat makna lain yang harus direfleksikan. Yakni KEMERDEKAAN LAUTAN.
Laut adalah rumah bagi semua khususnya bagi kita yang tinggal di pesisir dan pulau seperti Kadatua, ada banyak keragaman hayati dan potensinya yang telah memberi kita makan. Seharusnya ia juga punya hak kemerdekaan, dalam artian keberlanjutan dan kelestarian. Bukan dirampas isinya lalu diabaikan.
Sudah sering kita menyaksikan praktik penghacurannya, pasirnya disedot, ikannya ditangkap dengan cara-cara biadab yang tidak ramah pada lingkungan, bom, potas, dan pukat-pukat yang melululantakkan ekosistem didalamnya, seolah kita sedang menjajah lautan.
Walaupun seperti itu, ia tetap setia memberi kita hasil.
Apakah kita akan terus seperti ini? tentu jawabannya tidak! Jangan sampai dikemudian hari ia murka, ia marah, ia membalas dengan bencana.
Maka melalui momen ini mindset kita akan cinta tanah air perlu direview, bahwa kemerdekaan bukan hanya pada perayaan bendera maupun nyayian lagu raya semata, tapi lebih dari itu adalah bagaimana kita menjaganya dan mengisinya.
Selamat HUT Negeri Tercinta, SEKALI MERDEKA TAMBAH MERDEKA. Jalesveva Jaya Mahe!
Di Desa Kapoa, Kecamatan Kadatua Kabupaten Buton Selatan pun demikian, tapi kali ini terbilang unik, upacara peringatan detik-detik proklamasi dilakukan di lautan, perahu-perahu nelayan dijejer dan sang saka dikibarkan. Seolah memberi sebuah pesan simbolik bahwa rakyat yang bermukim di pesisir dan pulau juga punya jiwa patriot, jiwa nasionalisme, dan cinta tanah air.
Meskipun pesannya simbolik akan patriotisme, tapi dibalik itu juga tersirat makna lain yang harus direfleksikan. Yakni KEMERDEKAAN LAUTAN.
Laut adalah rumah bagi semua khususnya bagi kita yang tinggal di pesisir dan pulau seperti Kadatua, ada banyak keragaman hayati dan potensinya yang telah memberi kita makan. Seharusnya ia juga punya hak kemerdekaan, dalam artian keberlanjutan dan kelestarian. Bukan dirampas isinya lalu diabaikan.
Sudah sering kita menyaksikan praktik penghacurannya, pasirnya disedot, ikannya ditangkap dengan cara-cara biadab yang tidak ramah pada lingkungan, bom, potas, dan pukat-pukat yang melululantakkan ekosistem didalamnya, seolah kita sedang menjajah lautan.
Walaupun seperti itu, ia tetap setia memberi kita hasil.
Apakah kita akan terus seperti ini? tentu jawabannya tidak! Jangan sampai dikemudian hari ia murka, ia marah, ia membalas dengan bencana.
Maka melalui momen ini mindset kita akan cinta tanah air perlu direview, bahwa kemerdekaan bukan hanya pada perayaan bendera maupun nyayian lagu raya semata, tapi lebih dari itu adalah bagaimana kita menjaganya dan mengisinya.
Selamat HUT Negeri Tercinta, SEKALI MERDEKA TAMBAH MERDEKA. Jalesveva Jaya Mahe!
Tonton videonya!




0 Comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.