Kadatua Tidak Berujung


"Pembangunan Gemetar Hawa Panas, jangan mati kaku ditanah terbaring, Bangkitlah! Kadatua"

Sebuah kutipan diatas adalah penggalan sajak dari Bapak Hairuddin (Guru SDN1 Kapoa) seolah seperti seruan kepada generasi untuk kemudian selalu membangun optimisme, bahwa meskipun kondisinya gersang dan panas tapi tak boleh mati kaku.

Kini pembangunan itu beberapa tahun terakhir sudah sedemikian geliat, salah satunya jalan yang menghubungkan ujung barat dan timur pulau kadatua.

Tepatnya diareal tebing Desa Kapoa dan Banabungi Selatan, yang kini pembangunannya memasuki tahap tiga, dan diproyeksikan tahun 2021 akan terhubung.

Maka tahun 2021 nanti adalah babak baru pulau Kadatua mungkim kalau dibuatkan istilah " tahun 2021 adalah ERA KADATUA TIDAK BERUJUNG, jika dulunya akses harus memutar jauh kini dipangkas, bisa langsung. Orang Kapoa dan sekitarnya ke Banabungi langsung tanpa memutar begitupun sebaliknya.

Olehnya untuk menyongsong era ini, generasi serta para stakeholder baik itu pemuda serta pemerintah dilingkup pulau ini harus mulai memikirkan dan diskurus sudah terbangun.

Lokasi diareal jalan baru ini sangat potensial, untuk menumbuhkan sentra ekonomi, khususnya UMKM dan Wisata, panoramanya indah, laut, savana, dan matahari senja memanjakan mata. Sangat nikmat jika bersantai sambil kunyah-kunyah gorengan dan minum kopi, apalagi ditemani kekasih. Duh.. nikmat lagi yang engkau dustakan Bung!

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.