Membiasakan Lagi Jari Untuk Menulis


Mulai dari mana ya... nulis tentang apa ya?
Ah... Saya juga bingung, intinya lakukan sesuatu!

Lakukan sesuatu?

Kalimat yang tidak asing, dimana ya saya dapat kalimat ini? Sepertinya tidak asing.

Oalah saya baru baru ingat ternyata lagi-lagi dari bukunya om Mark Manson. Ada aksi, ada reaksi, ada inspirasi, ada motivasi. Kita begini maksudnya lakukan sesuatu kalau misalkan menulis, menulislah! Disitu itu ada akan ada reaksi, beraksi mengambil HP lalu bereaksi membuka aplikasi blogger terus mencoba menulis apa saja, tanpa sadar akan muncul inspirasi ingin menuliskan tentang apa, lalu yang terakhir timbul motivasi untuk menyusunnya menjadi sebuah kalimat-kalimat.

***

Saya terinsipirasi ingin menuliskan keabaian saya terhadap blog saya yang sudah cukup tidak terisi sama sekali, khususnya dibulan maret hingga juni.

Dibulan-bulan ini memang lagi asik-asiknya bersama ex doi sebut saja namanya "bulan".

Sudah lama sekali memang tidak bergelut dengan dunia ini, mungkin karena lebih asik bergelut dengan bangku sokolah, selain belajar juga banyak teman yang lebih asik diajak nongkrong ngobrol ngalor-ngidul kemudian ragam tingkah dan cerita lucunya, sehingga membuat lupa atau kurang begitu tertarik kerelasi-relasi yang oleh Agnes Mo katakan tak ada logika dalam salah satu liriknya itu. Meskipun kadang ngenes juga siih kalau kebetulan berhenti dilampu merah lihat "mereka-mereka" lagi boncengan dengan jarak yang kalau diibaratkan silet saja gak bisa tembus.

Si Bulan dibulan-bulan seperti sudah saya sebutkan diatas mengisi hari-hari, chatingan hingga larut, ngedate berjam-jam dan juga boncengan seperti "mereka-mereka" itu, eh asik ternyata, pikirku saat itu.

Hingga Hari ke hari, kemudian minggu ke minggu masih asik, memasuki bulan ke bulan mulai sadar, logika sudah berjalan dengan semestinya, normal dan stabil yang sebelumnya sesuai kaya si Agnes Mo, logika lumpuh total.

Seperti candu, menurunkan produktivitas, blog sudah berdebu, sudah tidak diisi, membaca buku atau artikel sudah jarang-jarang, abai dengan teman diajak nongkrong banyak alasan, persis seperti anak yang diberi mainan baru enggan beranjak dan melakukan sesuatu. 

Saya pun memilih untuk jeda. Ia pun juga menerimanya.

Dan sekarang kembali ke lagi pengaturan awal (kondisi sebelum berkontaminasi dengan bulan), perlahan mulai menulis lagi walaupun mungkin acak ndak jelas, ndak beraturan tapi setidaknya jari ini mulai lagi melakukan pembiasaan.

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.