Futsal Kids Desa Kapoa: Hiburan Rakyat dan Wadah Mengasah Skill Anak-Anak Kadatua

Suasana pawai keliling desa (Foto: Evhiin ApriliaWulandari)

Pandemi yang membombardir seluruh warga dunia tak terkecuali warga negara berkembang dengan istilah rakjat "plus enam dua (+62)" ini, membikin lumpuh aktivitas luar rumah. 

Meskipun sebagian wilayah sudah direlaksasi diikuti dengan himbauan khas dari bapak-bapak satgas yang sering muncul jam 5 sore di TV bahwa asal patuhi protokol tapi tetap saja lumpuh selumpuh-lumpunya apalagi aktivitas yang berkaitan dengan kerumunan. Bagaimana tidak lumpuh jarak dijaga & tak boleh saling sentuh.

Memasuki bulan kedelapan penanggalan masehi yang kebetulan di negara kita tercinta ini bertepatan dengan HUT PROKLAMASI KEMERDEKAANNYA membikin hasrat berkegiatan warga +62 seolah tak terbendung, Intansi pemerintah, sekolah, dan bahkan komunitas ingin memeriahkan dan menyemarakkan, tapi apalah daya dibatasi La Covid.

Tapi tidak dengan warga pulau Kadatua yang terletak diujung ini. Yaaa.. WARGA DESA KAPOA Alhamdulillah hasrat ingin menyemarakkan HUT KEMERDEKAAN bisa tersalurkan dengan digelarnya Turnamen Futsal Kids.

Abai pada himbauan bahaya covid?
Abai dengan protokol?
Bilang iya mungkin, tidak juga bisa jadi.

Lagiankan ini pulau yang terpisah, zonanya juga masih hijau. Maka Bolehkan bapak/ibu dokter, perawat, kadis kesehatan, satgas, sedikit dilonggarkan???
Boleh yaaa... plis..pliss.. 
Heheh...

***

Turnamen futsal Kids adalah ajang kompetisi futsal pertama yang melibatkan anak-anak di Pulau ini, sudah beberapa dekade, sudah beberapa kali gonta-ganti camat maupun kades anak-anak seperti dinomor 6 kan (kok 6? karena 1-5 tetap pancasila). Hehehe..

Meskipun dulu-dulu ada juga perlombaaan yang melibatkan kids tapi tidak se spesifik yang diadakan oleh Desa Kapoa ini, biasanya kejuaraannya umum antar SD se pulau ini, cabang yang dilombahkan juga banyak.

Ini bukan sembarang turnamen, bukan sekedar mau cari siapa yang bakal jadi juara, tapi lebih dari itu, adalah sebagai wadah hiburan rakyat yang haus akan keramaian dan kumpul-kumpul, ya maklum seperti saya katakan diatas tadi pandemi membikin sepi, aktivitas lumpuh.

Selain itu juga ya untuk memupuk serta membibit anak-anak Kadatua, supaya bagaimana punya mental berkompetisi, mental petarung, agar tidak gagok, tidak demam lapangan dikemudian hari jika ikut dalam kompetisi yang sama dan tentunya sebagai pengembangan minat dan bakat 

Harapannya turnamen ini semoga berjalan lancar dan sukses serta menjadi preseden yang baik, untuk kedepannya bisa terlaksana lagi dan lebih meriah lagi.

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.