Sebuah kalimat bahasa indonesia yang diserap dari bahasa latin yang pertama kali saya temukan saat ujian TPA beberapa waktu lalu, kalimat itu tertera dalam soal dibagian subtetst sinonim, saya tidak tau artinya apa, saya jawab saja sembarang.
Setelah ujian, kalimat itu terus membekas dibenakku, tiba dikost saya searching ternyata arti dari kalimat tersebut adalah "Hendak Pergi Kemana?"
***
Tadi kebingungan mau nulis tentang apa, maka seperti biasa sebelum memulai menulis saya cari dulu artikel yang bisa saya jadikan bahan untuk diolah menjadi tulisan ,saya mulai dari baca opini di Harian Kompas, Media Indonesia, Kolom Tempo, belum juga ada ide, materi-materinya cukup berat, mau pengen nulis tapi takut stag dintengah jalan.
Saya coba cari lagi,,,,,
dan saya temukan tulisan di Blog Timur angin, yang berjudul "Mencari Yusuf di Istana Wapres". saya baca paragraf demi paragraf.
Tulisan ini berkisah tentang penulisnya yang menghadiri acara Halal Bihalal IKA Unhas yang diadakan diintana wapres, acara yang dihadiri banyak alumni, karena kebetulan mungkin perjumpaan terkahir mereka dengan seniornya Jusuf Kalla yang menjelang purna tugas sebagai Orang No 2 di Indonesia, dan sebentar lagi akan digantikan dengan seorang Kyai dari Banten.
Jusuf Kalla memang bukan sekedar tokoh biasa, tapi ia panutan banyak orang, khusunya bagi kami anak Timur Indonesia, bagaimana tidak wilayah yang penduduknya secara demografi boleh dibilang kecil dibanding dibarat Indonesia, bisa juga menjadi orang nomor 2 dinegeri ini. Dan Jabatan itu tidak gampang diperolah, JK merintis karirnya dari daerah, hingga dilirik dipentas politik nasional.
Dalam blog tersebut Penulisnya menyimak apa yang disampaikan Jusuf Kalla saat menyampaikan pidato sambutan, dalam piadatonya JK menitipkan pesan kepada semua yang hadir, bahwa "Gabung disemua organisasi sosial bangun reputasi dan kompetensi. Yakinlah orang Jakarta akan mencari Kalian"
Sebuah pesan yang menantang dan inspiratif, khususnya bagi saya yang hari ini menjelang akhir studi dan masih kebingungan memulai dari mana. Maka refleks dipikiranku terlintas kalimat, QUO VADIS BUNGYUS?
Pertanyaan yang mungkin saya akan jawab, dikemudian hari.
Tapi kalau belajar dari perjuangan seorang JK dalam hal ini memulai dari organisasi, saya juga suka bergaul, saya suka berkomunitas, saya suka berorganisasi, saya suka bertemu dengan orang-orang baru, sisa kompetensi dan reputasi yang mungkin ini belum terlihat. InyaAllah saya akan coba ketika kelak sudah masuk ke dunia luar. Yakin!!!!




0 Comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.