Dana Desa: Sampan dan Logika Kades yang Kurang Mapan

Beberapa tahun belakang ini santer para sebagian kades di Kadatua membuat program pengadaan PERAHU NELAYAN (Sampan) tanpa motor, yang dananya bersumber dari DANA DESA. Konon nominal yang dIkucurkan mendekati angka ratusan juta. Luar biasa ANGKA YANG BEGITU FANTASTIS.


Bantuan Perahu ini rencana akan dibagikan kepada nelayan yang telah didata dan masuk kriteria. Bagi sebagian orang mungkin ini keren, karena dana desa dipakai untuk warga.

Tapi kalau dipikir-pikir kok bisa sampannya tanpa motor, bukannya kalau seperti itu akses nelayan terbatas? Mengingat laut kita sebagian besar karangnya sudah rusak, ikan-ikanpun sudah jauh. Dan nelayan harus melaut ditempat yg jauh pula.

Bukannya ini sudah TAHUN 2000, sahut nariyah salah satu band Qasidah yang hits diera 90an.... 
"........Kerja serba mesin, berjalan berlari menggunakan mesin, makan dan minum menggunakan mesin......sungguh mengagumkaaaaaannnnnn tahun 2000......"

Lagiankan ini usulan warga, tidak salah donk, namanya juga usulan ya harus dilaksanakan.
Usulan warga memang bagus, tapi harus dilihat sisi manfaatnya. Apakah dengan bantuan ini bisa meningkatkan taraf hidup mereka, atau jangan-jangan hanya jadi pajangan kolong rumah saja. Kan kasian..... uang segitu banyak habis cuma-cuma.

Usulan Program seharusnya didasarkan pada kebutuhan, bukan kemauan. Disini Kadesnya seharusnya jeli, bagaimana mengelaborasi usulan warga dan tuntutan masa kini, yang sarat akan mesin & teknologi. Agar memudahkan akses nelayan utk mendapatkan hasil berlimpah serta bisa meningkatkan ekonominya.

Bukan karena bagi rata dan bagi rasa, ataupun ikut2kan program desa sebelah lalu di copas, dijadikan program lagi. Dan terus menerus tiap tahun sampai semua warga kebagian sampan satu orang satu. 

Olehnya ini harus dievaluasi, manakala tidak berdampak positif sebaiknya di hentikan, dan diganti program yang lain. Sayang uang negara kalau dihambur-hamburkan cuma-cuma.

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.