Melihat anak muda kreatif selalu membuat saya merasa kagum dan bangga, sekaligus ingin menegaskan bahwa anak muda tak selalu identik dengan hura-hura maupun keluyuran gak jelas. Merekapun bisa berkontribusi sesuai minat dan bakatnya masing-masing.
(Capture videoclip "Kakesano Pulo Kadatua", nonton klik DISINI)
Kali ini kebanggan itu datang dari anak Muda yang penuh talenta, nama lengkapnya Jarwin iso atau akrab disapa Daru, yang sekarang berprofesi sebagai guru honorer di salah satu sekolah di Kec. Kadatua, diselah-selah kesibukannya mengajar ia juga melatih tari disanggar yang ia dirikan beberapa tahun lalu.
Di Kadatua sendiri memang sangat jarang orang yang bekerja dan bisa menyisihkan waktunnya diluar untuk mengembangkan potensi generasi kadatua khusunya dibidang seni. Tapi bagi dia ini merupakan panggilan jiwa, "kalau bukan kita siapa lagi" sebuah kalimat yang ia ungkapkan ketika saya tanyai via mensenger beberapa bulan lalu.
Memang kalau dilihat konteks kadatua hari ini, keseniaan dan kebudayaannya perlahan tergerus, sudah jarang diadakan acara-acara yang bertajuk keseniaan dan kebudayaan, padahal banyak sekali ragam seni dan budaya yang diwariskan oleh leluhur. Mulai dari, Posuo, pekakaua, manca dan lain sebagainya. Realitas itulah yang seharunya menjadi tamparan keras sekaligus intropeksi bagi kita semua, siapa lagi yang menjaga dan melestarikan warisan leluhur kita?
Hari ini Daru sudah memulai, ia rintis dari sanggar kecil yang ia dirikan, lalu masuk diranah luar, kita bisa menyaksikan sendiri bagaimana tari kolosal yang ditampilkan oleh anak didiknya di Turnamen Merantau Cup yang membuat penonton terkagum-kagim, dan kemudian baru-baru ini ia membuat terobosan untuk membuat Video Clip lagu "KAKESANO PULO KADATUA. Sekali lagi kita dibuat tercengang saat video itu dipublikasi dikanal Youtube.
Saya yang kebetulan mendowload dan memostingnya kembali video tersebut di Grup KAMPUNG KADATUA, dikolom komentar banyak menuai pujian dari warga kadatua diberbagai pelosok perantauan, mereka terharu dan bangga bahwa lagu yang sudah jarang dinyanyikan dan bahkan dilupakan oleh generasi zaman now ini, diaresemen dan dinyanyikan kembali dengan merdu versi kekinian. mengingatkan mereka akan kampung halaman.
Olehnya dari seorang Daru kita bisa belajar bahwa sebagai generasi kadatua, harusnya turut serta ambil bagian dalam membangun dan membumikan Kadatua, apapun jalurnya, jika ia melalui jalan seni, kita juga bisa melalui jalan lain sesuai bakat dan potensi masing-masing.




0 Comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.