Suatu kisah negeri nun jauh disebrang lautan, negeri itu saya juluki sebagai antah beranta karena diurus oleh yang salah urus, rajanya sangat dungu. Dungu karena pos-pos kekuasaan dikuasi oleh sanak familinya, dan diskelilingi oleh parah bedebah nan penjilat.
Dulu para penjilat ini adalah orang-orang tangguh, keras terhadap ketidakadilan dan kritis pada apa yang dilihat tidak sesuai dengan pakem negeri, tapi setelah masuk istana ldan aja memberi makan dan jabatan, perilaku mereka berubah total laksana hewan ternak yang dikandang, lehernya diikat, dan turut pada perintah tuan.
Suatu ketika rakyat biasa mengeluh tentang urusan negeri, soal titah raja yang ia nilai tidak pro pada kebutuhannya, lalu sipenjilat itu mengolok dan rakyat disuruh buka dan cari data yang berisi angka-angka tentang tumbuh kembangnya negeri itu.
"wahai pengawal raja, saya rakyat biasa tidak tahu menahu bagaimana membaca angka-angka itu, yang saya tahu kebutuhan kami terpenuhi" ucap rakyat menanggapi omongan si penjilat.
Lalu si penjilat menjawab pertanyaan rakyat itu dengan penuh kekesalan "kalau kisanak tidak paham, jangan sesekali membatah atau melawan titah raja!"
Duh.... kasian rakyat kecil itu, dijawab dengan seperti itu. "Oh begini kah anak negeri yang sudah mengenyam baku sekolahan dan berada dalam lingkaran?" ucap seorang dalam hati.
***
Hari ini usia negeri sudah lima tahun, usia yang boleh dibilang masih sangat belia, tapi laku pejabatnya sungguh bikin geleng kepala, bagaimana tidak pemimpinnya seolah pemilik negeri ini sendiri, yang lain ngontrak, kerabatnya menguasai semua lini jabatan. konon mayoritas pebanguan dialihkan kekampung asalnya, kampung lain hanya diberikan sisa.
Tak hanya itu kemarin para pemuda ingin menemuinya untuk menyampaikan ide untuk kebaikan negeri, mereka adalah anak-anak negeri yang sudah menyenyam bangku sekolah, tapi lagi-lagi si raja acuh, tidak mau menemui mereka dan bahkan menerobos kerumunan pemuda itu, hingga sala satu pemuda dikabarkan kena tabrak dan merintih kesakitan.
Sungguh kejam, dan begitu dungunya!
Kasian negeri ini.




0 Comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.