Sikap Kritis dan Perbedaan Pandangan Harusnya dibiasakan


Membaca postingan salah satu teman di Facebook (FB) yang menuliskan soal kegelisahan akan salah satu program kementerian yang menyasar desanya yang ia curigai digelapkan oleh Kades, menimbulkan reaksi keras oleh salah satu kerabatnya,

"Silahkan laporkan bosku kalau ada semuanya jangan diumbar, jangan sampai disumbat mulutmu"  begitu komentarnya.

Dari komentar tersebut saya langsung kepikiran dan memiliki pandangan lain yang mugkin subjektif tapi ada benarnya,  bahwa begitulah wajah pemerintahan di desa kita, apabila dikritik atau disinggung, responnya malah negatif. dan bahkan berujung pada pembelaha masing-masing tidak lagi saling ttegur sapa. Nilai-nilai kekeluargaan yang ada didesa kian tergerus.

Entah apa yang salah, mau dibilang juga karena fator politik masuk desa (pilkades) yang menjadi akar penyebab masalah keretakan saya rasa mungkin YA.

Tapi mau itulah konsekuensi hidup di Negara yang menganut sistem demokrasi
Lalu apa yang meseti dilakukan? Jawabannya tentu peran serta orang-orang terdidik!

Sebagaimana kita ketahui bahwa demokrasi itu asalnya dari eropa,yang notabene negara maju dan masyarakat sudah terdidik, jadi kalau terjadi perbedaan dalam meyikapi pemerintah atau soal politik cenderung dewasa.

Ketika diterapkan didesa yang masih kental rasa kekeluargaan dan pendidikannya yang masih rendah, ini yang jadi problem, tidak heran sikapnya lain, berujung pada sensitifitas serta keretakan seperti yang saya singgung diatas.

Dititik inilah seharusnya peranan kaum terdidik didesa.
Mereka harus dilibatkan dalam semua urusan pemerintahan desa, bukan hanya sebagai subjek saja dimanfatkan hanya bila ada lomba desa atau acara kawinan untuk jadi MC.

Berbekal pengalaman dikampus yang diajarkan untuk berdiskusi dan mengargai orang yang berbeda pendapat, ini bisa diterapkan oleh mereka ketika dilibatkan dalam pemerintahan, dan bisa jadi contoh bagi masyarakat, agar nantinya dewasa dalam menyikapi perbedaan.

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.