Mencas Semangat yang Hilang Dengan Membaca Novel Tan

Akhir-akhir ini pikiranku mumet sekali dan perasaan tidak karu-karuan, mungkin bosan karena aktivitas yang itu-itu saja, makan tidur,

Memang semenjak perkuliahan berakhir, teman-teman yang biasa nongkrong dan ngobrolnya nyambung pada pulang ke daerahnya masing-masing, saya saja yang bertahan, karena urusan belum kelar, masih ada tes yang saya ikuti untuk syarat mengikuti wisuda.

Di awal-awal bertahan,  masih biasa, nyaman, karena cuaca dan tempat tinggal yang sangat bersahabat juga teman-teman kost yang asik diajak bercanda, tapi lama kelamaan mulai jenuh, aktivitas dan obrolan itu-itu saja, tidak ada yang baru, membaca pun rasanya malas sekali, karena biasanya setelah baca sesuatu saya coba diskusikan dengan teman, biar tau sejauh pemahaman saya tentang bacaan.

Hingga akhirnya kemarin saya bersih-bersih kamar kost dan merapikan buku-buku dilemari. untuk merubah suasana, agar mata dan perasaan terefresh kembali.

Ditengah kegiatan merapikan tersebut, tidak sengaja saya memegang Novel Tan yang ditulis oleh Hendri Teja, saya coba membaca-baca singkat sinopsinya dihalaman belakang sampul, dan akhirnya saya tertarik kembali untuk membacanya. Novel ini memang sudah pernah saya baca tapi sudah lama sekali kira-kira lima abad setahun yang lalu, sebagian alur ceritanya sudah hilang dari ingatan. hehehhehehe....

Maka untuk menaklukan kebosonan ini, saya coba mengisinya dengan membaca novel tan tersebut, semoga dengan kegiatan ini bisa menumbuhkan kembali semangat literasi (baca-tulis).

Itu saja mungkin tulisan saya kali ini, bingung mau nulis apalagi, hehehehe,,, tapi setidaknya tangan ini selalu dibiasakan menekan tombol huruf dipapan ketik laptop dan menjadi kata per kata, hingga jadi kalimat dan bacaan, meskipun gak beraturan.

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.