Menanti Gebrakan Bupati Busel dalam Hal Pemberantasan Narkoba

Kabar tersandungnya para pejabat daerah di Indonesia terhadap kasus Narkoba tentu bukan hal baru lagi, terkhusus di Kabupaten Buton Selatan (Busel) semenjak pemerintahan resmi berjalan pasca dimekarkan pada tahun 2014 lalu tercatat sudah 3 kasus, yang melibatkan oknum Kepala Sekolah di Salah satu SMPN di Kadatua. Kabid di BKKBN Busel, dan yang lebih mencengakan lagi adalah kabar tertankapnya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Busel. La Usman pada bulan November 2018 lalu di salah satu Hotel Jakarta.

Hal ini tentu membuat kaget dan geram seluruh masyarakat, kok bisa-bisanya daerah yang baru seumur jagung ini , birokrasinya dan pejabatnya dihuni oleh berandalan nan BNGST,
SUNGGUH KEJAM kau Roma!!!

Beragam cuitan dimedia sosial disampaikan, demontrasi juga kemudian dilakukan oleh sekelompok mahasiswa busel di Mapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), menuntuk agar dilakukan tindakan tegas, aksi demontrasi dan ragam cuitan ini, tentu merupakan bentuk keprihatinan warga terhadap masa depan daerahnya.

Perlu diingat bahwa pemberantasan Narkoba, tidak akan akan selesai jika tidak ada ketegasan dari Pemerintah Busel khususnya bupati, melalui kebijakan dan langkah-langkah solutif lainnya. olehnya itu, harapan saya kepada pemkab Busel segera mengambil langkah secepatnya. agar daerah yang kita cintai ini benar-benar bersih.

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.