Melewati hari-hari tanpa aktivitas yang bisa mengasah otak memang membosankan, seperti kehidupan saya sekarang, *hehehheheheh memang kadang juga membaca-baca artikel ataupun nonton tayangan yang inspiratif tapi tak diselingi dengan diskusi ataupun membicangkan apa yang ditonton atau dibaca serasa serasa kurang greget, kita tidak tau sejauh mana otak kita ini merekam/menyimpan hasil atas bacaan/tontonan tersebut.
(Teman Sultra di Malang, dari Kiri Eka Hermansyah, Riki, Saya sendiri, Husriadi, dan Yusdar)
Untuk melepas jenuh ini minggu kemarin saya kekostnya teman mahasiswa asal Sultra, dengan tujuan selain silatuhrahmi juga ingin berdiskusi, kebetulan malam itu ada tayangan debat Capres/Cawapres yang terakhir membahas mengenai ekonomi dan kesejahteraan. sembari menunggu tayangan itu, salah satu teman yang juga si pemilik kamar kost, mulai membikin kopi, katanya untuk mengencerkan otak agar bisa menyerap subtansi, entah maksudnya..... heheheh.... tapi luar biasa setidaknya dia ini ramah pada tamu, seperti orang Indonesia kebanyakan, menjunjung tinggi budaya ketimuran, dengan slogan yang terkenal bahwa "tamu adalah raja" *hehehehehehe
ditengah obrolan basa-basi, tiba-tiba nyanyian lagu indonesia raya menggemah di layar kaca itu, penanda bahwa, debat segerai dimulai.....
Nah masing-masing mulai mengeheningkan cipta diam, duduk manis, menyimak ragam materi yang didebatkan oleh pasangan capres/cawapres itu....... dan sampai berakhir.....
Dari sekian banyak sesi debat, ada satu hal yang paling menonjol, dan sangat lucu, dan ternyata ini menjadi obrolan dua diantara kami, kebetulan dua teman ini pendukung dari kedua paslon. Hal itu tentang jawaban salah satu kandidat yang menyakan seputar Industri Game (Mobile Legend) yang kemudian menurut pendukung penanya dianggap tidak nyambung karena si penjawab, menjawab diluar pertanyaan yakni tentang gigilatlisai pertanian, dan si pendukung bela mati-matian, katanya itu hanya contoh karena subransinya tentang digitalisasi.
Terus disanggah lagi teman, dan disanggah balik, terus-menerus...... hingga larut malam.
Saya pun menikmati obrolan ini, meskipun kadang gimana gitu,,, tapi ya inilah suka-duka dan kehangatan persaudaraan sedaerah diperantauan, meskipun kadang beda pendapat tapi setelah itu kembali tertawa bersama. hehehhe....




0 Comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.