Waktu menunjukkan pukul 02;00 dini hari mata mulai merasa kantuk, saya pun mematikan lampu, untuk bersiap menuju peraduan,,,,, ehh ditengah proses menuju peraduan, tiba-tiba terlintas dibenak seorang sosok, lalu muncul ide untuk membuatkan ia tulisan.
Nah kebetulan juga ini jelang-jelang akhir berada di Tanah ini, maka sangat tepat untuk saya menuliskannya.
Ia adalah Si Jalak Putih, yang berasal dari daerah yang terkenal, nama daerahnya sangat tersohor dibanding nama Republik ini, banyak dari warga belahan dunia mengunjungi asalnya.Ia sosok yang menginspirasi dan mengisi hari-hari saya selama bertualang dalam perburuan ilmu di Tanah Kendedes.
***
Awal perjumpaan saya adalah ketika menempuh kuliah bersyarat istilah ilmiahnya disebut martikulasi, yakni pengantar atau semacam penyegaran kembali sebelum memasuki atau menempuh perkuliahan inti.
Waktu itu saya dan teman yg kebetulan satu daerah asal, bersantai ria, merokok, dan berbincang-bincang didepan Gedung kuliah, sembari menunggu jadwal masuk, ditengah obrolin muncul sosok yang sudah saya perkenalkan diatas, ia berjalan dengan teman sedaerahnya melewati kami dan memasuki ruang kelas, sayapun sontak kagum, dan bertanya kepada teman obrolan saya ini “Bung siapa tuh, dari mana dia?” Dari negeri ****, kenapa? (sambil senyum2 gk jelas, seolah tau maksud saya) jawabnya, dan spontan kembali saya mengeluarkan kalimat “mantap juga Bung, keren kayak polwan” dan Kami pun tertawa lepas………hahahahahahahhahahahhahahha…….
Ya… kalau secara fisik, memang sosoknya seperti polwan karena tampilannya setengah tomboy, rambut pendek dan gaya jalan yang agak sangar. Memang agak jauh sihh dengan karakter jalak putih yang berbulu halus nan menawan. Tapi setidaknya ada kesamaan, sama-sama langkah, unik dan tentunya manis……… kkkkkk…. inilah kesan awal, yang luar biasa,yang membikin adrelain terapacu, maksudnya bersemangat…. hehehhee
Setelah perkuliahan bersyarat selesai, mulailah memasuki kuliah inti, disinilah mental diuji, artinya diuji dengan kuliah yang kata orang berat, berisi materi-materi yang berbahasa asing, kemudian nalar kritis dan kemampuan mengalisa ditantang belum lagi teman-teman baru yang mayoritas alumni PT ini, yang tidak bisa ditebak skillnya.
Setelah beberapa kali mengikuti perkuliahan, memang materinya cukup berat, olehnya Kebiasaan bangun siang, malas membaca dan buruk lainnya harus dibuang jauh-jauh… tapi tak hanya itu, harus butuh orang yang bisa saling memotivasi dan menguatkan.Dan alhamdulilah kebiasaan lama perlahan ditinggalkan, dan menemukan banyak teman, yang salah satunya sosok si Jalak Putih dan kebetulan sekelas.
Hari-hari dilalui, meskipun kadang sedikit frustasi tapi tidak menyurutkan semangat, teman-teman dikelas sering berbagi ilmu, dan kadang mendiskusikan kembali materi perkulihan, disini banyak yang saya dapatkan. Belum lagi dikala free atau jenuh karena tidak ada kegiatan diluar jadwal kuliah biasa malamnya nongkrong diwarkop sembari menikmati udara dingin kota ini.
Hingga akhirnya memasuki semester akhir, satu persatu dari kami lebih duluan selesai dan balik ke asalnya masing-masing tak terkecuali sijalak putih. Dan yang tersisa tinggal saya dan sebagian beberapa teman lainnya yang masih dalam proses penyelesaikan studi…..




0 Comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.