Liwutongkidiku Sayang, Liwutongkidiku Malang



Pulau Pieter Both bagi Belanda, Pulau ular bagi orang kota, tapi kami (warga kadatua) mengenalnya dengan sebutan liwutongkidi yang berarti pulau kecil.

Beberapa tahun silam pulau ini dihuni makhluk ciptaan tuhan yang luar biasa. Manusia-manusia tangguh yang berprofesi nelayan dan petani, berbagai macam jenis unggas yang memanjakan telinga dengan suara-suara merdunya,  ditumbuhi pohon rindang yang nyaman untuk bersantai, gerakan alang-alang yang menari-nari memanjakan mata ketika ditiup angin, pasir putih luas terbentang sepanjang pesisir pantai, karang-karang yang menakjubkan bagaiakan surga para ikan. Ohhh,, indah sekali ciptaanMu Tuhan.

Namun kini dimana itu semua??

Penghuninya (masyarakat) kembali ke desa Kapoa dan Kapoa Barat, sering terjadi kebakaran mengakibatkan pohon-pohon ludes terbakar, unggas yang cantik mati dan pindah tempat, pasir yang luas hilang perlahan-lahan, karang dihancurkan oleh teroris ikan.

Kini pulau kecil yang tak terawat ini mulai dikenal oleh masyarakat kota dan dijadiakan tempat favorit untuk rekreasi, tiap akhir pekan selalu ada yang datang bersama keluarga, sahabat , maupun kominitas-komunitas pemuda, sekedar untuk melepaskan penat dari kesibukan yang membebani  sebelum melanjutkan aktifitas dihari esok, dan tak lupa selalu diabadikan dengan berpose bersama maupun selfi-selfi sendiri. Namun sialnya mereka selalu meninggalakan jejak yang tak diinginkan (sampah).

Andai mereka meninggalkan jejak yang membuat pulau ini kembali dimasa keindahannya, dan tak hanya menjadi penikmat dari sepenggal keindahan yang tersisa dari pulau ini.

Ayoooo!!,, rawat pulau kebanggaan kita!!!

*Copas status FB Dedi Harfan)

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.