Beberapa hari lalu mediasultra.co.id secara berurutan menurunkan berita 4 desa di Kadatua tentang wacana pengembangan Desa Wisata. Dua diantaranya Kapoa dan Kapoa Barat lengkap dengan lampiran foto serta desain master plannya.
Membayangkannya saja kita seolah turut senang, sebentar lagi kampung kita akan ada bangunan keren untuk jadi spot selfie dan swafoto, namun disisi yang lain mungkin juga kita bergumam dalam hati sambil mengernyitkan dahi, sudah tepatkah, atau hanya mengejar laba proyek? Mengingat bangunan fisik di Kadatua umumnya mangkrak terlunta-lunta dan tidak terurus, dan sudah menjadi rahasia umum, proyek fisik selalu menjadi ladang empuk oleh para pemburu laba.
Sebut saja lapangan futsal di hampir semua desa hanya dimanfaatkan ketika baru selesai dibangun, setelah itu ditinggal. Tidak ada kegiatan yang menghidupkan aktivitas anak muda, untuk mengembangkan minat bakat. Asas manfaat diabaikan, tidak ada kepekaan para pemangku kebijakan di desa untuk menstimulan.
Melihat fenomena dari pengalaman diatas mungkin kita geram, namun kita tidak boleh alergi pada pembangunan. Pembangunan tidak selalu bermuara ke hal negatif, tetapi ada banyak sisi positif serta manfaatnya manakala kajiannya utuh dan komperesif.
Mengutip dari artikel Hannif Andy disitus eticon.co.id ia menyebut 10 tahapan dalam merintis desa wisata, 3 diantaranya adalah: (1) Komitmen bersama; (2) Pemetaan potensi & permasalahan wilayah melalui proses partisipasi; (3) Kelembagaan POKDARWIS.
Pertanyaan kemudian adalah apakah rencana mega proyek pengembanganan destinasi wisata di Kadatua itu sudah memenuhi 3 tahapan diatas?
Sebut saja satu 1 yakni lembaga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dibeberapa desa yang beberapa bulan lalu dikukuhkan oleh Bupati Busel itu, yang kondisinya sekarang vakum tanpa aktivitas, seolah memunculkan perasaan pesimistis. Muaranya bakal mangkak lagi.
Olehnya itu mumpung ini masih tahapan wacana, segera lakukan langkah-langkah jitu, misal konsultasi dengan dinas terkait, serap aspirasi warga, serta kuatkan peran dan kapasitas kelembagaan di desa, agar pembangunan tepat sasaran dan tepat manfaat.




0 Comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.