Bola Lumpur Permainan Masa Kanak



Sebelum gadget dengan aplikasi pabji dan em'elnya menyerang. Anak-anak Indonesia tak terkecuali di Pulau Kadatua memiliki ragam permainan tradisional, yang tentu sebagian besar permainan itu, menguji strategi dan ketangkasan.


Salah satunya adalah permainan bola lumpur, ya, bukan bermain bola dilumpur layaknya bermain bola dilapangan. Tetapi bola-bola kecil seukuran kepalan tangan dibuat dari lumpur laut (tomba) lalu ditaburi pasir putih agar keras, dan kemudian diadu (poburu).


Tidak ada juri maupun wasit, tapi sudah menjadi kesepakatan bersama, bahwa hukum yang berlaku dalam permainan ini adalah pecah berarti kalah.


Maka kelihaian dalam mencari dan memilih tomba berkualitas adalah hal yang menentukan. Tidak sedikit anak-anak kala itu menyembunyikan lokasi lumpur yang diambil agar tidak diketahui. Semacam rahasia perusahan jika diketahui akan takut kalah saing.


Pengalaman saya kala itu, konon bola lumpur yang tahan adu adalah lumpur yang berwarna kehitaman kemudian dijemur beberapa saat dipanas matahari lalu ditaburkan pasir sebagai pengeras. Entah benar atau salah tapi sebagian besar meyakini itu benar.


Karena hukumnya sekedar kesepakatan biasa, pecah-kalah, tidak serinci Perda, Perbup atau perdes, sehingga ada kelonggaran dalam memainkan celah. Ini kemudian dimanfaatkan sebagian anak untuk berlaku curang.


Bukan bola lumpur yang dibuat, tapi bola semen yang dilapisi lumpur. Bayangkan saja bagaimana kerasnya. Semua anak yang menggunakan lumpur jelas akan kalah, mau itu lumpur berkualitas nomor wahid se pesisir kadatua bahkan sedunia sekalipun jelas tidak akan mampu menandingi.


Kalau sudah seperti itu, anak ini akan dikucilkan tidak akan ada lagi yang beradu dengannya, terkecuali bolanya diuji dengan dilemparkan kerikil. Kalau retak ringan maka permainan lanjut tapi kalau tetap kokoh berarti besar dugaan ia curang. 


Meski begitu, pertemanan anak-anak kala itu tetap terjalin, lawan dalam permainan bukan berarti lawan dalam permainan lainnya. Yang penting dalam permainan ini adalah adu strategi dan rasa kebersamaan.

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.