Menyantap sarapan pagi sembari membuka facebook untuk mengecek timeline dan notifikasi, muncul postingan FB diberanda saya Tasrifin Tahara tokoh akademisi asal buton yang juga berprofesi sebagai dosen Antropologi Unhas. dalam postinganya itu tertera Foto sertifikat berupa penghargaan yang diberikan kepada "La Ode Malim" oleh Perkerabatan Masyarakat Kepulauan Buton (Perekat Kepton) di Kendari, yang ditandatangi pelindung lembaga tersebut yang sekaligus menjabat sebagai Gubernur Sultra, Ali Mazi.
(Sertfikat Penghargaan)
Tokoh dalam sertifikat ini memang tidak asing bagi kalangan mahasiswa di Sulawesi Tenggara (sultra), khususnya di Kota Kendari dan Baubau, namanya selalu muncul jika ada kegiatan mentoring (Mata kuliah pendidikan agama islam) di Masjid kampus ataupun Wisuda, namanya diabadikan sebagai nama Masjid di Uneversitas Halu Oleo (UHO) dan Gedung/Baruga di Universitas Dayanu Ikshanuddin (Unidayan).
Saya yang pernah berkuliah di UHO, sempat penasaran tentang tokoh ini, singkat cerita waktu jadi maba dulu dibagikan buku panduan pedoman pembelajaran, dalam buku pedoman tersebut ada bab yang membahas tentang sejarah singkat berdirinya UHO, disitu terpampang nama beliau, bahwa ia merupakan salah satu peendiri kampus dan juga sekaligus sebagai rektor pertama UNHOL (nama lama dari UHO sebelum berubah) disitulah pertama kali saya mengenal tokoh ini. Dan lebih mencengangkan dan bikin bangga beliau juga ternyata putra Asli Buton. Dalam hati waktu itu saya berkata "Luar biasa kontribusi orang terhadap dunia pendidikan di Sultra, keren"
Tak hanya itu beliau juga sebagai penulis buku, salah satu karya bukunya yang terkenal adalah "Membara di Api Tuhan" buku yang mengulas tafsir sastra "Kabanti Bula Malino" karangan Sultan Buton ke 29, Muhamad Idrus Kaimudin. Buku (Membara di Api Tuhan) ini sangat familiar kususnya dikalangan akademisi dan pecinta sastra di Sultra. Salah satu peneliti dan juga blogger Yusran Darmawan yang pernah berkuliah di negeri Paman Sam, pernah memosting diblognya, bahwa buku ini dijadikan koleksi di Perpustakaan Ohio, AS.
(Buku Membara di Api Tuhan , download DISINI)
Luar biasa kisah perjalanan tokoh ini, sebagian hidupnya dihabiskan dalam petualangan dijalan pendidikan dan literasi. Sungguh menginspirasi. Bagi kita generasi muda sultra yeng sedang atau ingin fokus menggeluti dunia literasi, tokoh yang satu ini patut diteladani, dan dijadikan motivasi.





0 Comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.