Hampir tiap bulan saya berkunjung ke Kota ini, entah pergi karena ingin bertemu keluarga yang kebetlan datang belanja atau sekedar jalan-jalan.
Kemarin malam adik saya tiba di Surabaya, setelah kurang lebih dua hari berangkat dari Kampung Halaman dengan menggunakan kapal laut, sebelum tiba saya dihubungi bahwa ada kiriman dari kampung, katanya ada kue dan ikan asin.
(saya di dalam kereta)
Maka sayapun meluncur menggunakan kereta api. Nah ngomong-ngomong soal kereta, ada sedikit yang berbeda yaitu cara pemesannya, kenapa? sebelumnya kalau saya menggunakan jasa transporatasi ini, saya harus boking tiket dulu, bookingpun masih manual, harus antri diloket, malah pernah saya ngantri tiket tuh 3 jam, alhasil tiketnya habis, mau marah tapi ya,,, begitulah....
Nanti baca berita di media awal mei lalu baru tau bahwa Tiket KAI lokal bisa dipesan online, maka kemarin saya coba bereksperimen sendiri, lihat semua tutorial dan arikel di Google terkait penjelan cara pesan tiket KAI via online, ternyata simpel cukup download aplikasinya dan top up LinkAja untuk pembayarannya lalu pesan, setelah itu tertera E-Tiketnya disertai Barcode yang dipakai pada saat chek in di stasiun. Inovasi yang luar yang dilakukan oleh PT KAI, saluteeeee.....
(Penampakan E-tiket kereta)
Lanjut cerita soal perjalanan ke surabaya, saya berangkat dari Kost ke Stasiun Malang sejam sebelum keberangkatan, suasana stasiun masih sepi, hanya beberapa orang penumpang dan loper koran. kepagian sekali ternyata uda kayak anak sekolah aja mau ikut upacara senin hehehehe..... sembari menunggu kereta berangkat, saya pun membunuh waktu dengan sarapan, beli roti dan minuman yang jual dekat stasiun, lalu sebats (Baca: sebatang).
(Suasana Stasiun Malang Pagi Hari)
Dan waktu menunjukkan pukul 7 kurang, sayapun masuk chekin dan langsung ke tempat duduk, singkat cerita setelah kurang lebih 3 jam dalam kereta kemudian transit dari stasiun ke stasiun, tibalah saya di Stasiun akhir, stasiun Surabaya Kota, atau lebih familiar disebut stasiun semut, mungkin karena lokasinya berada di jalan semut.
(Stasiun singosari salah satu tempat transit Kereta Lokal Blitar-Malang-Surabaya)
Distasiun Semut ini ada sedikit yang membikin saya penasaran, yaitu dua sosok pengamen tua, yang satu bapak-bapak ia sebagai pemain gitar dan yang satunya ibu-ibu sebagai penyanyi. Setiap saya ke surabaya menggunakan kereta dan turun distaiun ini atau ke Malang dan naik dari stasiun ini, pasti selalu saya temui, mereka mengamen mengunakan sound, dan tempatnyapun didalam stasiun, lokasinya pas diruang tunggu penumpang, jadi sebelum penumpang berangkat dihibur dulu oleh mereka.
Saya ingin tau cerita mereka, kenapa bisa ngamen disitu? sudah berapa lama? dll... tapi selalunya ndak sempat, kadang kalau mereka lagi istirahat tapi sayanya yang buru-buru pergi dan kadang saya punya waktu tapi mereka sementara nyanyi. Mudah-mudahan lain waktu saya bisa berkesampatan bercerita dengan mereka, dan menuliskannya diblog ini.
(Dua sosok pengamen tua di Stasiun Semut Surabaya)








0 Comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.