DIASPORA ANAK KADATUA (Inspirasi dari Perantauan)



Orang Kadatua sudah lama merantau dan berdiaspora, utamanya di Timur Indonesia; Maluku dan Papua. Tradisi merantau yang telah diwariskan turun-temurun ini mulanya didominasi oleh profesi nelayan dan pedagang. Generasi pertama para perantau Kadatua jarang memasuki dunia birokrasi atau menjadi pejabat publik. Namun, pola ini kini mulai berubah.


Hari ini, kita dapat dengan bangga menyaksikan perubahan tersebut. Anak-anak Kadatua tidak hanya berprofesi sebagai nelayan atau pedagang, tetapi juga merambah profesi yang lebih beragam seperti guru, karyawan BUMN, anggota TNI/Polri, hingga menjadi tokoh politik. 


Salah satunya adalah Herman Gafur, putra Kadatua yang berhasil menembus panggung politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dua periode dan juga sekaligus Ketua DPC PBB Kab. Mikikam


Kabupaten Mimika sendiri memiliki populasi lebih dari 300ribu jiwa adalah wilayah yang kompleks secara sosial dan politik. Namun, ia mampu menavigasi tantangan ini dengan baik, membuktikan bahwa anak Kadatua bisa bersaing dan berkontribusi di tingkat daerah yang jauh dari kampung halaman.


Hal ini tentu memberikan insipirasi dan pelajaran yang berharga bagi kita khususnya generasi muda, bahwa batas geografis bukanlah penghalang untuk meraih mimpi besar. Dengan kerja keras, pendidikan, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman, anak-anak Kadatua memiliki peluang yang sama untuk mencapai kesuksesan.


Dan tentunya menjadi pengingat bahwa merantau bukan sekedar mencari penghidupan, tetapi juga sarana untuk membangun jembatan kontribusi. Ketika seseorang sukses di perantauan, dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat di kampung halaman melalui inspirasi, motivasi, dan bahkan kontribusi nyata seperti dukungan pembangunan.


Namun, cerita sukses seperti ini tidak muncul begitu saja. Tentu ada dukungan yang kuat, baik dari keluarga, lingkungan, komunitas, maupun pemerintah. Pendidikan harus menjadi prioritas utama, terutama bagi anak-anak di Kadatua, agar mereka memiliki bekal yang cukup untuk bersaing & punya daya juang.


Olehnya itu seharusnya ini menjadi cambuk motivasi bagi seluruh komponen masyarakat dan stakeholder di Kadatua untuk terus mendukung pendidikan dan pemberdayaan generasi muda. Sebab, di balik setiap kisah sukses di perantauan, ada akar yang kuat dari kampung halaman yang mendukungnya. 

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.