Cahaya Baru dari Timur Kadatua: Refleksi dan Harapan

 



Setiap akhir tahun, kita sering kali merenung, merefleksi perjalanan hidup, dan menyusun harapan baru untuk tahun mendatang. Namun, refleksi ini tak hanya sebatas pada kehidupan pribadi. Sebagai bagian dari masyarakat Kadatua, ada baiknya kita juga memikirkan masa depan bersama, terutama terkait pembangunan dan potensi kampung kita, Kadatua.


Kecamatan Kadatua telah melewati babak-babak panjang sejarah pembangunan. Saat ini layanan dasar telah tersebar dihampir 10 Desa. Jaringan listrik sudah terkoneksi kesemua desa meski masih 15 jam, demikian halnya internet walaupun dibeberapa desa koneksinya belum stabil.


Selain itu layanan pendidikan sudah cukup terpenuhi, ada 10 SD, 4 SMP, serta SMA dan SMK. Serya fasilitas kesehatan juga telah tersedia yakni: Puskesmas Kadatua dan Kadatua Timur.


Namun, salah satu pencapaian paling signifikan adalah terbukanya jalur Labulengke-Kapoa. Jalur ini tidak hanya menghubungkan seluruh desa di Kadatua, tetapi juga menciptakan jalan lingkar yang mempermudah akses antar desa. Tidak ada lagi desa-desa yang terisolasi; waktu dan jarak kini terpangkas secara signifikan.


Sebagai generasi 70 hingga 90an, sulit bagi kita membayangkan bagaimana wajah Kadatua di masa lalu dan membayangkan apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, terbukanya jalur ini seolah membuka harapan baru, memberikan kita gambaran tentang potensi besar yang belum tergarap sepenuhnya.


Kawasan Kadatua Timur, khususnya jalur Labulengke-Kapoa, memiliki pesona alam yang luar biasa. Tebing-tebing indah, sabana yang menyejukkan mata, serta pemandangan sampan nelayan & kapal-kapal besar yang hilir mudik menuju Kota Baubau menawarkan daya tarik wisata yang tidak bisa diabaikan. Apalagi, panorama saat senja di kawasan ini begitu memikat.


Lokasinya yang dekat dengan Baubau dan mudah diakses membuat kawasan ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata. Bahkan, sebelum kawasan wisata lain seperti Waburi Park dan jembatan lingkar Wawoangi-Sampolawa menjadi tren, Kadatua sudah menjadi tempat favorit untuk berkemah, terutama oleh warga Baubau diwaktu weekend.


Kita berharap ada terobosan dari pemerintah untuk mengembangkan potensi wisata di kawasan ini. Fokus utama seharusnya ada pada dua desa, yakni Kapoa dan Banabungi Selatan. Sebab kedua desa ini memiliki keunggulan geografis dan daya tarik wisata yang dapat dioptimalkan.


Tentunya ini akan memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Homestay, warung makan, kedai kopi, transportasi lokal, hingga produk kerajinan bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi warga.

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.