Suatu Malam Ngopi Bersama Bung Bravo

 




Ia seorang kawan sekaligus guru disebuah pulau, sebut saja namanya Bravo.


Beberapa hari lalu ia ke kota untuk keperluan mengisi mengisi kelontong dapurnya yang nyaris tandas dengan kelontong baru, dan sekaligus juga menemui kepala sekolahnya dirumah pribadinya mengurus sebuah dokumen, entah dokumen apa.

Setelah urusannya selesai ia menghubungiku, menanyakan kabarku dan posisiku. Saya jawab baik dan sekarang di rumah, di Kota.

Yang seharusnya dia langsung balik lagi ke pulau tapi hari itu ia memilih menunda dan bermalam dirumah kerabatnya, yang tak jauh dari tempat tinggalku. Ia ingin ngobrol dan ngopi denganku katanya, memang sudah lama kami tidak bersua, mungkin 8 atau 9 bulan lalu terakhir kami becengkrama.

Tak pikir panjang saya pun mengamini, dan memang begitulah saya, siapapun yang ngajak ngopi saya selalu siap siaga, apalagi teman ngobrolnya itu nyambung, seperti kawan satu ini.

Sesuai janji sekitar jam 9 malam saya pun menjemputnya dirumah keluarganya, lalu kupacu maticku meluncur disebuah warung kopi hits dikota ini, di dekat sungai dengan tampilannya sarat milenial sangat instagrammable lampu kuning yang dibungkus kain adat.

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.