HUT Kadatua Seharusnya Menjadi Momen Refleksi

 

(Pantai one mopute banabungi)



Setiap pergantian tahun kita selalu merayakannya dengan gempita, tentu bukan karena tanggal dalam kalendernya tetapi waktu yang dihitung berdasar kalender masehi itu dimulai dihitung dari awal lagi.

Maka maksud dari merayakan itu adalah menjemput awal yang baru dengan harapan yang baru agar kelak ditahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Begitu pun dalam merayakan HUT organisasi publik, entah itu negara, provinsi, kota/kabupaten, kecamatan maupun desa. Pemerintah biasanya merayakannya dengan ritual-ritual yang melibatkan warganya.

Ragam umbul-umbul dan kegiatan lomba diadakan, kemudian diakhir kegiatan biasanya para kepala pemerintahan menyampaikan sambutan tentang perjalanan daerahnya setahun terakhir apa-apa yang sudah dan belum dicapai, disertai harapan dan doa-dia agar ditahun berikutnya harapan itu bisa ditercapai.

Pun dengan Kecamatan Kadatua, pada 5 Februari 2022 mendatang akan genap berumur 19 tahun, usia yang diibaratkan manusia adalah usia yang menapaki masa dewasa.

Tentu sudah berbagai macam pembangunan yang dilakukan di kadatua, tetapi momen akan pentingnya hari lahirnya itu diabaikan tidak ada perayaan maupun kegiatan yang bisa menggungah kita sebagai warga untuk merefleksi dan menunjukkan ekspresi.

Pada akhirnya kita melalui tahun demi tahun dengan biasa saja, kita acuh pada pembangunan yang ada disekitar kita.

Tak heran pemerintah dan kita seolah berjarak, berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah dengan urusan kantornya dan kebijakannya, warga dengan kegiatannya. Padahal sebuah daerah harus dibangun secara bersama-sama pemerintah dan warganya.

Maka HUT Kecamatan Kadatua harusnya menjadi titik pijak untuk kita kembali berkumpul dan merefleksi guna mengoreksi dan melihat kembali sejauh mana semangat dan cita-cita awal yang hendak diperjuangkan sudah berjalan. 

Para pemangku kebijakan, stake holder dan para pemuda duduk berdialog membincangkan berbagai hal tentang daerah ini sehingga momen HUT Kadatua itu sendiri benar-benar terasa geliatnya, dirindukan kehadirannya dan memiliki ruh, serta orang-orang yang tinggal di daerah ini pun akan mendapatkan motivasi untuk terus berpikir demi kemajuan daerah.

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.