HUT Kemerdekaan dan Peran Anak Muda Kadatua

 



Langit mendung tetapi rintiknya enggan turun, cuaca sungguh bersahabat sore itu. Berbagai orang dari segala penjuru desa di Pulau Kadatua berkumpul dalam satu titik. Tak lain, untuk turut menyemarakkan hajatan tahunan bulan agustus yakni HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 77.


Lapangan Desa Kaofe yang menjadi titik kumpul itu seperti disulap, laiknya lukisan abstrak penuh warna warni oleh kostum yang dikenakan peserta.


Jika sebelum-sebelumnya yang dilakukan hanya berkumpul lalu longmarch biasa menuju lapangan utama marawali dengan memegang spanduk kontingen dan bendera kecil, kali ini sungguh berbeda. 


Dibarisan paling depannya terlihat atraksi beberapa orang mayoret yang sedang memainkan tongkatnya, memandu barisan serta mengatur irama musik drumband yang dimainkan oleh sekelompok rekan remajanya. 


Sungguh apik. Baik peserta kontingen maupun warga yang menonton semua berdecak kagum. Tersihir oleh perpaduan ragam alat musik yang menghasilkan bunyi seolah-olah membangkitkan rasa nasionalime itu. ".....maju tak gentar... membela yang benar...."


Pertunjukkan itu benar-benar memukau. Sudah sekian tahun, pulau ini tak ada kegembiraan seperti ini. Kita sumpek dengan keheningan dan bebunyian jangkrik dikala malam. Kita rindu dengan kreativitas remaja dan anak muda yang bergairah dan membangkitkan semangat.


Selama ini kita hanya sibuk sendiri-sendiri, kita luput, padahal diruang-ruang paling sunyi, dibenak anak-anak muda kita, mereka juga ingin dilibatkan dalam ragam aktivitas. Agar pulau ini tak hanya terkesan seperti seonggok batu dan laut yang mati, tetapi ia juga butuh digerakkan oleh manusianya.


Jika kita menoleh kebelakang sejarah panjang negeri ini, bahwa negeri yang permai ini tak hanya tersusun dari batas peta mati belaka, tetapi gerak dan peran besar kaum muda. Kongres pemuda II tahun 1928 dan Peristiwa Rengas Dengklok dimalam 16 Agustus 1945 itu adalah buktinya nyata yang menjadi tonggak persatuan serta pembebasan diri dari belenggu penjajahan.


Olehnya itu dimomen ini, semoga menjadi refleksi bersama, bahwa kita yang hidup di era pasca kemerdekaan ini, meski bermukim di pulau, tak boleh patah arang, terus berkontribusi mengisinya dengan potensi yang kita miliki. (*)

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.