Pilkades dan Posisi Kalangan Muda

 


Kurang lebih dua minggu lagi Pilkades akan dilaksanakan, hal ini kemudian menjadikan kondisi sosial didesa yang sebelumnya adem ayem kini mulai memasuki babak baru. Tensi politik upnormal. Gode-gode seketika berubah dari tempat rebahan mencari angin segar, menjadi tempat bergosip dan bergunjing.

Isu-isu kemudian dilancarkan, saling serang tak terelakan, kami terbaik dia tidak. Kami terzalimi, mereka serakah.

Hajatan demokrasi 6 tahunan yang notabene terjadi sirkulasi kepemimpinan akan ada gagasan dan visi baru, harusnya disambut dengan riang gembira, tetapi ini justruk sebaliknya. Pilkades sebagai ajang "perang" urat saraf yang berpotensi memecahkan hubungan sosial kekerabatan.

Posisi Kaum Muda

Sebagaimana kita ketahui anak muda punya energi, mereka hidup dizaman yang berbeda dibanding generasi sebelumya, mereka tidak punya beban masa lalu, rerata mengenyam pendidikan cukup tinggi.

Berbeda dalam  pendapat, mengadu gagasan dan argumentasi adalah hal biasa dan sangat wajar bagi mereka, sebagaimana didapatkan diruang-ruang kelas, ketika mendiskusikan mata pelajaran ataupun mata kuliah, begitupun dalam berdemokrasi.

Dengan pengalaman dan potensi yang dimiliki oleh pemuda, kemudian kaitannya dalam menyambut pagelaran pilkades kedepan, harusnya mereka bisa memosisikan dengan tepat menjadi kalasitator. Ketika ruang publik desa dikotori dengan saling hujat, serta ujaran kebencian. Pemuda harus andil, mengisi ruang publik dengan argumentasi dan gagasan yang sehat.

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.