Tadi barusan belajar tutorial cara mengubah dan mengganti template, meskipun agar ribet tapi lumayan pahamlah, hasilnyapun gak jelek-jelek amat, warna yang saya pilih hitam putih cukup baguslah, hehehe....

Tapi satu hal yang membikin saya bingung dan menguras otak yakni cara mentautkan postingan dengan menu agar saya dan pembaca blog ini mudah melihat postingan tinggal memilih menu apa yang ingin dibaca, saya ulang-ulang cari dan berksperimen, dan alhamdulilah ternyata ketemu juga. Nah template yang baru saya buat ini saya bagi menjadi lima klasifikasi menu yaitu: (1) Cerita Keseharian, (2) Fotografi, (3) Jalan-Jalan, (4) Perspektif BungYus, dan (5) Review Buku

Khusus untuk menu Fotografi saya akan masukan hasil jepretan saya (gambar dan video), temanya bisa apa saja yang penting buat saya itu menarik. Kebetulan ini perdana dengan tempale baru, jadi postingan kali ini cukup foto saja, foto ini saya ambil kemarin sore, pas lagi tambal ban di dekat kost, tepatnya dibengkel dengan jembatan dieng. berikut fotonya: 



Mudik kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana saat itu kenaikan tiket pesawat cendrung normal, tapi tahun ini luar biasa signifikan, berita yang viral kemarin screenshot dari platform aplikasi tiket online memperlihatkan harga tiket pesat puluhan juta dari Medan menuju Bandung. Saya coba cek juga dari Surabaya ke Baubau dulu normalnya satu juta lebih, sekarang tembun dua juta. Ngeriiiiiiiiii!!!!

Lalu apakah dengan harga tiket segitu warga enggan mudik?
Saya rasa tidak juga, meskipun harganya luaarrr biasa mahal seperti itu  tak menyurutkan semangat warga untuk pulang, banyak transportasi alternatif, laut dan darat. Hal inipun mendongkrak ekonomi yang berprofesi sebagai supir mobil, ojek maupun yang bawa kapal-kapal laut menyebrangi laut untuk memuat penumpang.

Mudik juga bukan hanya kembalinya badan tapi uang juga, banyak warga diperantauan membawa uang banyak, mereka akan membelanjakan uangnya dikampung halamannya belanja ayam, atau keperluan lebaran, baju, atau apalah,, lagi-lagi ekonomi dikampung tumbuh.

Luar biasa, mudik bukan sekedar nostalgia, tapi menggerakan ekonomi kampung halaman.
Setelah kurang lebih 2 Bulan hidup tanpa gawai, akhirnya 31 Mei kemarin saya beli Hp baru.

Selain rusak karena terendam air, HP saya yang lama dulu memang spesikasi buruk sekali, ram hanya 1 GB, susah akses file PDF sangat lemot, kadang bikin jengkel padahal banyak informasi ataupun artikel yang pengen dibuka--Yang normal hanya media sosial.

Tapi ya meskipun dengan kondisi seperti itu pada akhirnya terbiasa juga, dan saya nikmati, nikmati karena tidak pilihan lain, akibat salah beli, tanpa melihat dan membaca review dulu tentang spesifikasi HP yang ingin dibeli sebelumya. Tapi okelah itu pelajarn penting.

Maka kemarin sebelum ke konter, saya baca semua review hp, apa kira-kira yang tepat dan sesuai dengan kondisi keuangan. dan pilihan saya jatuh ke HP merk SAMSUNG GALAXY A20, spesifikasi lumayan bagus Ram 3 GB Rom 32 GB, saya tes download File PDF dan buka, alhamdulilah lancar jaya.

Penampakan HP Baru

Untuk itu dengan adanya HP baru ini, muda-mudahan bisa membentuk lagi pola hidup baru yang produktif, memanfaatkannya dengan hal-hal positif, selain keperluan komunikas via jejaring sosial, juga mengakses informasi sesuai dengan minat dalam hal ini mengisi otak dengan baca-bacaan bagus. Semoga.