Pagi sekali dihari jumat (3/7) Besi Apung yang bernama ferry berkapasitas lumayan besar itu mengangkut para pemangku kebijakan didaerah ini beserta Kendaraannya dari bumi gajamada batauga membela laut basilika menuju pulau pengasingan karamaguna yang tandus nan gersang, Kadatua, Pulau yang hanya memiliki batu dan para perempuan yang membilang usia dengan memecahkan karang. pulau yang pepohonnya susah payah menghidupi nelayan (Aan mansyur).
Mereka sandar di desa ujung, Kapoa, tepat dipelecingan pelabuhan, sorak dan gempita disambut oleh para penghuninya camat, kades, perangkat hinga warganya, tak hanya itu jagad maya pun menggema, pemilik akun medsos yang berasal dari pulau ini yang sekarang ada dirantau pun membagikan kabar baik itu.
Dengan mengendarai DT 1 W berkeliling pulau serta Bertemu dengan warga dan para stakeholder kecamatan, Nahkoda Busel La Ode Arusani memberi pesan harapan:
"dengan beroperasinya feri ini semoga bisa mendorong percepatan pembangunan dan perekonomian, yaitu menekan harga² baik bahan bangunan seperti pasir, kayu, semen dan lain-lain serta kebutuhan masyarakat berupa sembako, dan mendorong sektor pariwisata di seperti Labulengke, TeiLalo, dan Liwutongkidi"
Uji coba pengoprasian feri di Kadatua ini serta pesan yang disampaikan adalah sebuah optimisme dan langkah awal menstimulus Kadatua untuk bangkit.
Namun stimulus yang diberikan ini perlu disambut dengan kebijakan dilevel terendah, yakni pemerintah dikecamatan khususnya Desa kiranya mampu memanfaatkan potensi yang ada di desa masing-masing agar stimulus tersebut tidak berujung sia-sia.



0 Comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.