Suatu Sore rombongan anak muda yang rambutnya basah yang sedikit ditaburi pomet keliatan mengkilap serta berpakaian keren bertopi supreme (KW) dengan boncengan teman mudinya mengenakan jilbab yang sepintas mirip Nisya Sabyan berkendara keliling kampung membela jalan dari desa ke desa lalu membelok pas dijalan setapak depan Kantor Camat.
Mereka ke Danau asin, orang-orang di pulau ini menyebutnya "Teilalo", danau yang kini sudah cantik persis seperti pakaian yang mereka kenakan, keren..... Sungguh! Rumah-rumah yang terbuat dari kayu disusun rapi dengan model klasik seperti fila kecil.
Rombongan anak muda itu mengeluarkan ponsel mengatifkan kamera lalu cekrek, mereka berselfie didepan rumah-rumah kecil itu lalu diuploadnya di medsosnya.
Setelah selfie, mereka pulang! Danau asin itu pun kembali sepi!
.
Penggalan kisah diatas adalah sebuah ilustrasi bahwa sebenarnya warga dikecamatan Kadatua butuh hiburan, butuh tempat untuk narsis. Kemudian Danau teilalo sendiri juga ingin ramai, rumah-rumah kecil itu ingin difungsikan sebagaimana mestinya, bukan datang untuk di foto lalu ditinggal begitu saja. Tanpa faedah.
Sudah sekian lama pulau ini berdiri menjadi kecamatan, sudah sering pucuk pimpinan wilayah berganti, sudah banyak momen yang terlewatkan. Tetapi tetap saja senyap dan sepi!
Seharusnya Pembangunan kawasan di Danau asin Teilalo dengan polesan rumah-rumah cantik setahun belakangan ini, menjadi stimulus bagi semua komponen yang ada didalam Pulau ini, wabil khusus Pemerintah kecamatan dan desa serta para pemerhati yakni anak muda kreatif untuk bagaimana berkolaborasi mendorong dan menggejotnya.



0 Comments:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.