HIMALAKA, Antitesa, dan Representatif Kegelisahan


Membincang Peran pemuda di Jaman OLD dalam mengisi perjalan bangsa tak pernah habis dibahas, dari Sumpah pemuda 28, Malari, hingga Reformasi 98, perannyapun selalu dilandasi dengan semangat juang dan ingin berkontribusi nyata untuk indonesia lebih baik.
Namun pertanyaannya gimana dengan Pemuda(i) Zaman NOW Indonesia, khususnya di Pulau KADATUA?
Jika dilihat, sampai saat ini perannya belum begitu signifikan padahal warga yang berusia Muda dan berpendidikan cukup banyak, dan Paguyuban (organisasi Kepemudaan/OKP) juga ada, dan terstruktur misal: HIPMIKAD, FESMAK, Karang Taruna, dan lain-lain. Ide gagasan, tindakan dan suara bungkam. Seolah mati dan tak berdaya melihat beragam potensi dan permasalahan yang di Kadatua.
Maka sebagai antitesa dari OKP yang mati tersebut, HIMALAKA hadir sbg repsentatif kegelisahan. Upaya perlahan dilakukan berbagai macam giat-giat ditunjukkan. Seperti Oase ditengah gurun pasir, ternyata masih ada anak-anak muda yang peduli dengan kampung halamannya.
Harapannya kehadiran mereka ditengah kegelisahan tersebut menjadi titik awal dan tamparan keras bagi kita semua. Bahwasannya sebagai pemuda pemilik estafet perubahan zaman. Maka kita harus turut turun tangan bersama dan berkontribusi nyata. Apapun itu! Untuk membereskan dan menunjukkan eksistensi kita bahwa Pemuda Kadatua Bisa!

*Tulisan ini pernah saya posting pada tanggal 30 Oktober 2017, lalu di Grup FB KAMPUNG KADATUA adalah merupakan bentuk dukungan saya kepada teman-teman HIMALAKA yang melakukan kerja-kerja kreatif.

0 Comments:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini, berkomentarlah dengan bijak, baik dan tidak spam.