Siang itu sekitar jam 2  Kapal Dobonsolo dari arah timur merapat di pelabuhan murhum suasananya beda sekali dari biasanya,  bak kerumunan semut, para perantau dan penjemput menyelimuti.

Momen seperti ini memang bukan hal baru, tiap tahun dikala jelang lebaran, para perantau pulang. Rindu merayakan hari raya dan ingin bernostalgia bersama sanak famili dan handai tolan dikampung halaman.

Seperti biasa hadirnya perantau ini, menghidupkan susana desa. Yang sebelumnya senyap sepi bak kota mati, kini  ramai.

Lalu lalang kendaraan roda dua cukup lancar, ada yang sekedar jalan-jalan melihat perkenbangan desa, juga ada mengujungi  rumah teman masa kecil untuk sekedar bernostalgia tentunya dengan pakaian keren dan wajah yg glowing. 😄

Tetapi kehadiran mereka harapannya jangan hanya melepas rindu yang kesannya semu tanpa arti, tapi juga bagaimana menggerakan ekonomi desa walaupun itu hanya sementara.

Mereka datang dari rantau ke Kampung halaman bukan hanya membawa segepok rindu tapi kantong-kantong mereka juga tebal.

Alangkah bagusnya, isi kantong para perantau ikut diputar, kebutuhan lebaran dibelanjakan didesa misal ayam, ikan, dan kebutuhan lainnya agar ekonomi desa pun ikut bergerak. 

Agar pulang tak sekedar kembalinya badan dan kenangan, tapi pikiran yang membangkitkan kepedulian.

 

Siapapun kamu yang kebetulan nyasar di blog ini, baik itu masyarakat biasa, pengurus kelompok swadaya masyarakat, LSM, perangkat desa, pegawai kelurahan, staff kecamatan, staff dinas PUPR/PERKIM kabupaten/kota/provinsi maupun teman-teman yang lagi mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi Fasilitator yang kebetulan lagi nyari referensi/buku atau dokumen petunjuk teknis (juknis) Program Sanitasi Perdesaan (SANDES) Padat Karya Tahun Anggaran 2021.


Selamat!!! Anda mendapatkan bantuan senilai dua milyar dolar berada diblog yang tempat.


Dokumen juknis ini saya dapatkan waktu mengikuti peningkatan kualitas TFL di Kota Manado, Sulawesi Utara, Tanggal 3 - 7 Maret 2021, dibagikan oleh pemateri dalam bentuk buku fisik maupun e-book PDF.


Ada dua buku/file ebook, yang pertama berisi latar belakang program, maksud & tujuan, tupoksi pelaksana (KSM, TFL, FASKAB), tahapan perencanaan, pelaksanaan maupun pelaporan, dan yang kedua berisi lampiran format surat-surat dan laporan.



Download: 👇👇👇


Silahkan teman-teman pelajari, semoga bermanfaat. Jangan lupa tinggalkan komentar. Atau mau ingin sharing seputar program bisa DM di akun IG: @laodeyusran




Setelah melewati seleksi panjang yang cukup ketat mulai seleksi administrasi, test online hingga wawancara, tepat dihari jumat hari ke 19 bulan februari, kabar baik pun itu datang, Panitia seleksi Calon Tenaga Fasilitator Lapangan mengumumkan nama-nama yang lolos tahap akhir.


Alhamdulilah saya berada di urutan ke 2 dari 5 nama yang diterima untuk menjadi bagian dari program Sanitasi Perdesaan Padat Karya penempatan didaerah domisili, yakni Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara.

***

Seperti saya singgung diatas memang tidak mudah melewati tahapan demi tahapan tes, dari tahap pertama saja hampir kewalahan bagaimana tidak syaratnya harus memiliki NPWP, SKCK, serta Surat Sehat, tahu sendiri gimana mengurus dokumen ini sunggu ribet, mondar-mandir dari instansi ke instasi.

Setelah lolos tahap administrasi ini, kemudian disambut lagi dengan tes online, yang mana butuh kerja keras dengan belajar giat untuk bisa menjawab soal-soal pilihan ganda dari panitia.

Bersyukur bisa bergabung di Grup telegram yang anggotanya semua peserta tes, ada yang menshare pedoman juknis program sandes, kemudian di bedah bareng-bareng via chat maupun Gmeet dan Zoom, lalu dibuatkan soal-soal latihan, semua belajar.

Hingga waktu tespun tiba, awalnya server sempat down semua peserta menumpahkan kekesalannya disemua kanal medsos milik PUPR, tak berselang lama tepat sore hari pihak panitia mengeluarkan press release bahwa tes akan diadakan ulang.

Alhasil dihari yang sudah ditetapkan oleh panitia tersebut server lancar jaya, tes aman dan terkendali, saya yang sedari malam gak sabar menunggu jadwal itu, paginya kubuka laptop lalu kukoneksikan wifi dari HP, login dan tempur.

Alhamdulilah soal-soal ku jawab kurang dari 45 menit, sebelum mengakhiri saya kroscek satu-satu dan setelah itu aku submit keluarlah hasilnya dengan nilai 87 dan masuk ditahap wawancara.

Ditahap wawancara pun gak mudah, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara sedikit membikin gagok, apalagi bagi peserta non teknik, kesmas atau ekonomi kayak saya. Hehehe... Pertanyaannya seputar program sandes dan fungsi sarana/prasarana sanitasi serta pelaporan keuangan. Beruntung ilmu yang saya dapatkan selama belajar bareng peserta di Grup telegram masih tersave, pertannyaanya bisa kujawab semua.

Hingga disuatu hari jumat dengan suasana pagi yang cerah kabar baikpun itu datang, surat hasil wawancara dikirim melalui Grup WhatsApp, namaku bertengker diurutan No. 2 penempatan Kabupaten Buton selatan dengan nilai akhir 81, disertai dengan informasi peningkatan kualitas TFL  se Wilayah III (regional Sulawesi) yang akan diselenggarakan di Kota Manado, Sulawesi Utara.