Setelah kurang lebih setahun tinggal di dekat kampus (jl Kerto) pada bulan agustus 2017 saya bermigrasi berpindah kost ke Pisang Agung III, memulai kehidupan baru, dengan lingkungan baru. 

Pisang agung III adalah nama jalan di Kelurahan Pisang Candi. Kawasan pisang agung ini dekat perumahan elit ,istana dieng dan puncak dieng, disini juga terdapat mall, dan salah satu kampus swasta tertua di Kota Malang yakni UNMER. Kawasan ini memang cukup sejuk karena bertempat di dataran tinggi.

Awal-awal kost disini memang bingung karena harus menyesuaikan, tapi sebagai orang yang terbiasa hidup dirantau, kebingungan untuk menyesuaikan bisa dan cepat diatasi, apalagi teman-teman kost, mayoritas berasal dari Timur (NTT pada umumnya) kultur, dialek bahasa dan budaya hampir mirip dengan daerah asal saya.

Setahun disini banyak kesan, dan pelajaran penting yang bisa dipetik, kesannya adalah kesamaan dan sepenanggungan sebagai mahasiswa dan anak kost, kemudian ragam tipe dan karakter dalam menjalani aktivitas keseharian, mulai dari tidur-tiduran panggi hingga pagi lagi, ada yang main game, ada yang diem-diem bae dikostan jarang bersosialisasi, ada juga yang semangat berapi-api rajin kekampus, dan lain-lain.....  jika bekesempatan duduk bersama obrolan bisa macem-macem ngalor ngidul,hingga obrolan serius, sejarah peradaban, agama, hingga politik luar negeri, hehehehehhehehhe,,,  Tapi itulah cara saya dan mereka memaknai dan mengisi hari-hari dan  perjalanan berkehidupan dirantau.

Mungkin itu dulu tulisan hari ini,,,,,  bingung mau nulis apa lagi... wkwkwkwk
Sore tadi Bapak Joko Widodo berkunjung di Daerah kami (Sultra), setelah lawatannya di provinsi Gorontalo, kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya selama menjabat sebagai Presiden.

Dijadwalkan Bapak Presiden akan bermalam, dan esok pagi dilanjutkan dengan jalan santai di pelataran eks MTQ Kendari kemudian pembagian sertifikat, dan berkunjung ke Tempat pelelangan Ikan (TPI).

Antusias warga sultra, terkhusus warga kota lulo Kendari begitu hangat dan luar biasa, jalan-jalan yang dilalui presiden dipenuhi lautan manusia, mulai dari bandara, tempat perbelanjalan, hingga tempat penginapan, semua meneriakan nama... JOKOWI...JOKOWI.......

Besar harapan kami terhadap kunjungan ini, mengingat potensi daerah yang tidak kalah penting dengan daerah lain. kemudian  ragam persoalan, yang harusnya mesti menjadi perhatian serius,  Tenaga kerja Asing di Morosi, yang sampai saat ini menjadi Polemik,  kemudian nasib pembangunan bendungan pelosika di Kabupaten Konawe yang sempat dicoret padahal sebelumnya proyek pembangunan ini masuk dalam Proyek Strategi Nasional (PSN) untuk kiranya diperhatikan lebih serius.

Dan tak kalah pentingnya adalah saya sebagai Warga Kepulauan Buton sudah lama menanti perhatian  terhadap tindak lanjut potensi Aspal Buton dan Sentra Perikanan Terpadu Sampolawa, Buton Selatan untuk dikembangkan, kemudian nasib Pemekaran Daerah Otonomi Baru Provinsi Kepulauan Buton hingga saat ini belum ada kejelasan.

Semoga kunjungan ini tak sia-sia, dan tak sekedar seremonial belaka.

Selamat datang Bapak Presiden.....!!!


Hasil gambar untuk jokowi di kendari
(Foto: Gubernur Sultra (Batik) menjemput Bapak Presiden Joko Widodo saat tiba di Bandara Haluoleo)
Entah setan manalagi yang mengangggu aktivitas untuk mempraktekan "free writing" ini, tiba-tiba saja semangat turun drastis, mood dan ide pun tiba-tiba saja hilang. diumpan dengan membaca buku artikel dan opini-opini dimedia online masih sama. Membaca saja tidak sampai habis satu dua paragraf sudah bosen, maunya langsung ke akhir. alhasil hampa, tidak ada makna yang diikat dalam kegiatan  membaca ini, dan tidak bisa ditumpahkan dalam bentuk tulisan.

Tapi ya mau gimana, harus tetap dipaksa, sebagai seorang anak kuliahan, harus menguasai keterempilan ini (membaca & menulis) jika tidak sangat berat risikonya, apalagi jika nanti sudah berhadaan dengan dunia kerja, yang sarat dengan pena, kertas, papan tik dan monitor. Tentu akan dinilai buruk, dan bahkan dicerca jika tidak menguasai hal tersebut.

***
Saya menulis ini dalam keadaan hampa tanpa ide, tanpa mood, tapi harus saya tulis apapun itu dan bagaimanpun caranya, selain mengisi entri pada blog ini juga membiasakan diri, pokoknya harus dipaksa, minimal satu atau dua paragraf dalam sehari, lumayanlah, paling tidak tangan ini dibiasakan  memencet tombol huruf pada keyboard laptop, hinggga menjadi kalimat-kalimat meski tidak utuh dan berantakan.

Saat saya menulis ini saya teringat dengan kutipan seorang khalifah muslin Ali Bin Thalib ia mengungkapkan "ikatlah ilmu dengan menuliskannya", Kalimat ini yang selalu terbayang dalam keseharian hidup saya akhir-akhir ini, tapi lagi-lagi selalunya sulit untuk saya mempraktekannya, misal ketika  membaca artikel atau tulisan lainnya, jangan disiakan-siakan, jangan membaca sambil lalu tanpa ada makna yang bisa diikat.

Memang ia, ketika kita membaca sebuah buku atau artikel, seperti diungkapkan oleh Yusran darmawan, seperti memasuki rimba raya ilmu pengetahuan, banyak ilmu yang bertebaran disana, sayang kalau tidak diikat.

Olehnya itu, kegiatan ini memang berat, tidak bisa langsung sekali jadi (memiliki kegemaran membaca atau menulis), butuh waktu, bertahap, step by step.

Untuk hari ini itu dulu mungkin uneg-uneg saya, bingung mau nambah kalimat apalagi, kosa kata dalam otak sudah nihil, heheheh..... lagian waktu juga sudah menunjukkan pukul 5 sore, saatnya menyergarkan tubuh dengan mandi..