Setelah beberapa bulan disibukkan dengan urusan kuliah, dan akhirnya kelar, alhamdulilah ya... hehehehehe... akhirnya punya kesempatan kembali untuk menatap akun Blog yang sempat vakum cleaner lama.

Pada awalnya saya bingung untuk mengisi kolom entri dalam bentuk tulisan pada blog ini, ide dan mood telah habis di koyak-koyak sepi kesibukkan urusan berkampus dan bertongkrong ria...

Namun pada akhirnya mood itu datang. (((wow sudah lama sayang menunggumu wahai mood, ucapku dalam hati)))

Tapi masih bingung mau mulai dari mana, berbagai cara sudah dilakukan mulai dari baca artikel di media online, diskusi dengan teman, olahraga di dalam kamar Car Free Day, ke tempat wisata, dengan harapan ada ide yang bisa diolah, tapi tetap sama, ide itu tak kunjung datang. huhuhu...

Hingga pada suatu hari saya jalan-jalan ke Toko Buku, untuk mencari literatur yang bisa membangkitkan gairah dan ide untuk memulai suatu tulisan.

Dan sayapun menemukan LITERATUR itu, ia adalah BUKU yang berjudul FREE WRITING tulisan bapak HERNOWO HASIM.

Tak banyak tetek bengek langsung saya lahap lembar per lembar isi dalam buku tersebut.

Sungguh, sangat menarik ulasan dalam buku tersebut, salah satu  kutipan yang buat saya takjub adalah:

"Gerakan tanganmu, jangan berpikir, jangan mesti logis, jangan membaca lagi yang sudah ditulis, jangan memperbaiki. Terus saja menulis hingga alarm berbunyi, rasakan dan nikmati prosesnya"


Itulah salah satu kutipan dalam buku tersebut, adalah sebuah metode untuk mengalirkan tulisan dengan bebas, kata atau kalimat apapun yang terlintas dituangkan dalam tulisan sesegara mungkin tanpa ragu, dengan durasi 10 menit, agar ketakutan dan kecemasan tidak menghantui, dan merasa ada kenyamanan setelah dituangkan.


Inti dari metode tersebut  adalah agar pemula yang ingin menggeluti dunia kepenulisan merasa nyaman dan menikmati prosesnya,,, tanpa rasa takut mau mulai darimana, orang Timur bilang "hantam dulu seng usah banyak bapikir nanti selesai baru baku urus".. hehehehhe

Dari situlah, gairah itu muncul, tiap saat maupun tiap hari, dengan konsisten, ketika ada hal yang mengganjal dalam pikiran cepat saya membuka laptop atau membuka aplikasi memo di HP untuk menuangkan dalam bentuk tulisan meskipun berantakan, saya yakini jika proses ini dilakukan terus menerus apalagi dibarengi dengan kegiatan membaca buku atau artikel, skill menulis akan betambah, juga perbendaharaan kata akan lebih banyak, dan bisa jadi akan keranjingan untuk menggeluti hal ini.

*Ya... Mudah-mudahanlahhh.... amin....

SEMANGAT BUNG YUS!!!! JANG KAS KENDOR!!!

Oh ya hampir lupa...  Gambar bukuya belum saya masukin... hehehhhe (((diedit kembali, padahal diatas sudah terpublikasi sebelumnya)))

Ini dia penampakan Bukunya
Harganya kurang lebih Rp. 45ribu, tersedia di toko-toko buku terdekat. hehehe







"Selalu senang ketika mendengar kabar dari kampung halamanku, Kadatua (Buton Selatan), ketika ada sosok-sosok yang mau peduli terhadap generasi."

Itulah ungkapan dari lubuk hati yang paling dalam kepada mereka yang mau peduli dan ingin maju.

Dan itu saya tujukkan kepada SANGGAR SENI FANTASTIK, yang baru-baru membuat saya takjub dan kagum, melalui postingannya, akun Dharu Fantastik dan juga salah satunya pendiri dari komunitas ini mengugah foto-foto tentang kegiatan mereka yakni pelatihan tari dan membuka lapak baca di desa-desa.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan luar ruangan
Bagi saya ini hal baru, karena selama ini anak anak muda cendrung fakum, tidak ada kegiata-kegiatan yang bisa mengembangkan potensi sumberdaya yang ada didesa, ada itupun hanya kegiatan-kegatan olahraga futsal yang boleh dibilang biasa aja, karena tidak ada kesinambungan, setelah kegiatan mereka kembali ke aktivitas semula. pergi merantau, mancing, dll.....

Apa yang dilakuan oleh sanggar seni, saya rasa seharusnya bisa jadi contoh bagi anak-anak muda lainnya, apalagi hari ini pemuda kadatua sudah banyak yang melanjutkan ke pendidikan tinggi, organisasi-otrganisasi kemahasiswaan/kepemudaan ada banyak dibentuk namun hanya sekedar nama, tanpa ada kegiatan.

Melalui sanggar seni fastastik kita belajar banyak hal, meskipun kecil tapi ada kontribusi nyata bagi daerah dan generasi.

Musim kampanye sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu hingga saat ini, namun gerak kampanye yang dilakukan oleh caleg entah melalui media konvensional maupun dimedia sosial untuk menggaet suara pemilih masih itu-itu saja.
Basi, tidak ada yang berbeda, masih sama dengan pileg-pileg sebelumnya, jualan masih tampang dan slogan-slogan gak terukur & bermutu, tak heran kemarin oleh Panwascam di Kadatua dilakukan penertiban Alat peraga Kampanye (APK) dgn dasar PKPU 23/2018. (Lihat Foto Penertiban APK)
Ini menandakan bahwa kualitas Caleg kita masih dipertanyakan, apakah bisa memperjuangkan aspirasi rakyat?
Sebagai mana kita ketahui bersama bahwa lembaga legislatif selain berfungsi sebagai penyalur aspirasi, pengontrol, juga pembuat kebijakan.
Maka hal ini dibutuhkan orang-orang yang kompeten dan mampu, gagasan dan program harus dijual, ditawarkan, dan diadu di ruang publik, agar tercipta diskursus dan kita masyarakat bisa menimbang, mana-mana saja yg tawaran baik, agar nantinya bisa kami salurkan dalam bentuk dukungan dan suara di TPS pada tanggal 17 April nanti.
Jika hal ini masih terus dilakukan, tentu akan menimbulkan pesimisme bagi kami masyakarakat, bagaimana dgn nasib Masa Depan Daerah, Buton Selatan 5 tahun mendatang, yang parlemennya dihuni oleh orang-orang gak bemutu.
Sekali lagi jangan hanya faktor uang, kedekatan keluarga maupun kekerabatan, mengabaikan segalanya, kualitas pemilu selain dintentukan oleh kecerdasan pemilih juga dibutuhkan kecerdasan oleh Calon wakil atau pemimpinnya yang mau berubah dgn mengadalkan ide dan pengamalannya yg bisa ditawarkan.
Kampanye masih kurang-lebih 1 bulan lagi, AYOOO UBAH CARA!!!!
*SALAM DEMOKRASI, SALAM PEMBAHARUAN!!